alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

Tiga Profesor UGM Kagumi Potensi SMK NTB

SELONG-SMKN 1 Selong mendapat kunjungan guru besar dari Universitas Gajah Mada (UGM), (26/11). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pendampingan SMK Pusat Keunggulan yang menjadi program Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud.

Ketua Tim pendamping SMK PK UGM Profesor Ambar Pertiwi Ningrum menerangkan, pendampingan tidak hanya terfokus pada SMK PK saja. Namun juga seluruh SMK yang di NTB. Begitu juga dengan membangun komunikasi dan sinergitas dengan Dinas Dikbud NTB yang menaungi SMK.

”Ternyata setelah kami diajak keliling, ini merupakan SDM yang luar biasa. Kami melihat SMK di NTB ini sangat mampu mendukung program industrialisasi menuju NTB gemilang,” kata Ambar.

Dijelaskan, industri yang dimaksud tidak harus berskala besar. Namun lebih kepada industri kecil. Menurutnya, di NTB banyak industri lokal. Bahkan di desa pun industri-industri berskala kecil tersebut besar kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang. Karena sesuai dengan tujuan program SMK PK, lulusan SMK tidak hanya harus menjadi pekerja industry. Tapi juga bisa melanjutkan kuliah, dan menjadi wirausahawan.

”Intinya SMK harus mempunyai produk, dan produknya harus spesifik,” jelasnya.

Senada dengan rekannya di UGM, Profesor Alva Edy Tontowi guru besar di Fakultas Teknik Bidang Teknik Mesin dan Industri UGM menegaskan potensi besar yang dimiliki SMK di NTB. Hal itu berkaitan dengan peralatan industri dan produk yang mampu dihasilkan oleh beberapa SMK yang telah dikunjungi. ”Salah satunya seperti mesin pencetak logam yang ada di SMKN 1 Selong ini,” ujar Edy.

Baca Juga :  Dikbud NTB Ingatkan Sekolah Jangan Buka Rombel Tambahan!

Jika dari satu SMK di NTB saja dapat menghasilkan 400 produk peralatan, maka akan ada ribuan produk yang dapat dihasilkan oleh seluruh SMK di NTB. Edy yakin, dengan produk yang dihasilkan dan manajemen yang lebih bagus lagi, mall-mall  di NTB akan penuh sesak dengan produk-produk SMK. ”Saya sudah keliling ke beberapa SMK dan kagum. Potensinya besar sekali,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Profesor Catur Sugiyanto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Menurutnya, peluang besar sudah terbuka lebar dengan adanya Sirkuit Internasional Mandalika. Tinggal bagaimana produk-produk unggulan dari SMK diberdayakan di pasar tersebut.

”Ini peluang besar yang jangan sampai dilewatkan oleh SMK di NTB ini,” tuturnya.

Kabid Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB M Khairul Ihwan menerangkan potensi besar yang dimiliki SMK di NTB. Jika ratusan produk dapat dikelola dengan baik dan mendapat ruang yang baik, potensi besar tersebut akan dapat dirasakan manfaatnya.

Baca Juga :  Ikhwan Dorong Iklim Industrial di SMK 

Setiap tahun, ada sekitar 23 ribu lulusan SMK di NTB. ”Lulusan siswa itu tidak bisanya bisa menjadi karyawan. Tapi kalau semuanya memiliki kemampuan menjadi pengusaha, akan tumbuh dengan cepat NTB ini,” tegas Ihwan.

Mendukung hal tersebut, Kepala SMKN 1 Selong Abdul Wahid menerangkan, dalam mendukung program industrialiasi dengan memajukan produk SMK, ia berupaya menghadirkan lulusan yang memiliki kompetensi. Untuk melahirkan siswa yang kompeten, dibutuhkan juga guru yang kompeten. ”Karena itu, kami juga sudah mulai melakukan program magang industri untuk guru,” jelas Wahid.

Dia juga melakukan uji kompetensi bagi siswa. Dengan harapan siswa yang lulus uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat industri. Disamping ijazah sekolah, siswa kompeten tersebut juga memiliki modal untuk bekerja dengan sertifikat industrinya tersebut. ”Sehingga siswa bisa terserap di dunia kerja. Atau pun bisa berwirausaha sendiri di bidang keahliannya masing-masing,” paparnya. (tih/r9/*)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/