Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Sekda NTB: Guru Harus Responsif dan Adaptif

HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional

MATARAM–Pengurus PGRI NTB dan Mataram menggelar upacara bendera, sebagai bentuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-77. Sekaligus peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di Lapangan Sangkareang, Mataram, Jumat (25/11).

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan sejumlah poin penting seperti yang diamanatkan Pengurus Besar (PB) PGRI. ”Sebagai bahtera besar wadah perjuangan para guru, pendidik dan tenaga kependidikan, PGRI terus bergerak mengabdi dan mereformasi organisasi secara struktural dan kultural,” tegasnya.

Guru harus adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Jati diri PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan yang bersifat independen senantiasa harus dijaga.

Turut disinggung kondisi pembelajaran masa pandemi. PGRI mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) dan pihak lainnya telah mengamankan situasi pandemi. Dengan kondisi yang terus membaik, sehingga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). ”Namun demikian kita tidak boleh lengah, prokes dan hidup sehat harus menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Dengan kembalinya PTM, diharapkan ketertinggalan ketercapaian pembelajaran selama ini dapat diperbaiki. Sehingga semangat belajar peserta didik bisa meningkat, termasuk capaian kompetensinya.

Kini, PGRI harus lebih mengedepankan sikap terbuka, inklusif dengan memegang teguh etika, saling menghormati. Termasuk terus menjaga kemitraan strategis dan konstruktif, dengan pemerintah. PGRI menjadi saluran aspirasi para anggotanya dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Baca Juga :  Vaksinasi Guru Belum Rampung, Bagaimana Rencana Buka Sekolah?
MOMEN SAKRAL: Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi bertindak sebagai pembina upacara di perayaan HUT PGRI ke-77 sekaligus peringatan HGN 2022, di Lapangan Sangkareang, Jumat (25/11) (Yuyun/Lombok Post)

Dalam proses pendidikan, guru menjadi aktor utama yang memainkan peran penting. Peran dan jasa para guru tidak akan pernah terlepas dari kehidupan. Hikmah dan pesan pandemi, peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi. ”Guru adalah suluh bangsa yang terbaik, yang menjadi penerang agar anak-anak bangsa terus berjalan sesuai arah,” terang sekda.

Menyikapi kondisi yang harus adaptif dan responsif, dengan cara saling belajar, dan berbagi pengetahuan. Semua perangkat kelembagaan PGRI, seperti lembaga kajian kebijakan pendidikan, PGRI Smart Learning and Character Center (PSLCC), Perempuan PGRI dan lainnya, perlu terus dihidupkan. ”Melalui perangkat kelembagaan, melalui peningkatan kompetensi seperti bimtek, diklat, lokarkarya dan seminar dapat menyasar jutaan guru diseluruh tanah air,” paparnya.

Dengannya, PGRI bisa memberikan sumbangsih nyata di dunia pendidikan Indonesia. Kesempatan ini juga dimanfaatkan PGRI memberikan apresiasi kepada pemerintah yang selalu responsif terhadap persoalan guru. Seperti dalam seleksi PPPK guru di tahun 2021-2022.

Gawe nasional ini memberi kesempatan bagi guru honorer untuk ikut serta. Meski dalam pelaksanaannya perlu penyempurnaan. PGRI juga mengapresiasi saran dalam rekrutmen PPPK guru didengarkan.

Baca Juga :  SMAN 5 Mataram dan Mullumbimby High School Australia Luncurkan BRIDGE CLASS MODEL

Mulai dari afirmasi yang berkeadilan dan memperhatikan masa pengabdian guru honorer yang usianya di atas 35 tahun. Juga model rekrutmen tidak semata mengacu pada hasil tes akademik, tetapi memperhatikan kinerja dan komitmen kerja guru.

Selanjutnya, formasi guru honorer yang telah lulus passing grade, dan penyelesaian Tenaga Honorer K2 (THK II). Juga guru yang tiga tahun berturut terdata di Dapodik mendapat prioritas di seleksi PPPK. ”Kami juga memohon perhatian kepada guru honorer di sekolah swasta tolong jangan ditinggalkan, dan mereka yang lulus dikembalikan ke sekolah swasta awal sehingga terjadi pemerataan kualitas pendidikan,” jelas Gita.

Pemerintah juga harus memberi perhatian khusus kepada guru honorer di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). ”PGRI juga berharap, kesempatan menjadi guru ASN melalui formasi CPNS sebaiknya diadakan kembali agar profesi guru menjadi profesi yang diidam-idamkan oleh anak muda,” pungkasnya.

Ketua PGRI NTB Yusuf meminta pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan guru dan perlindungan bagi guru. ”Apa yang menjadi harapan pengurus besar di peringatan HUT PGRI ke-77 dan HGN 2022, mudah-mudahan menjadi bahan refleksi pemerintah,” tegasnya. (yun/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks