alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Politeknik Pertanian Harus Dibangun di NTB

MATARAM-Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan) menilai perlu adanya Polteknik Pertanian di NTB. ”Belum ada (Politeknik Pertanian, red) di NTB, tentu ini jadi perhatian kita. Bagaimana pun Politeknik di NTB harus segera berdiri,” kata Kepala BPPSDMP Kementan Prof Dedi Nursyamsi pada media, Kamis (27/2).

Dengan adanya SMKPPN Mataram, ini bisa ditransformasikan menjadi Politeknik. Tentu ini membutuhkan proses, baik administrasi maupun proses pembangunan fisik. Bahkan proses perbaikan kurikulum dan lainnya. ”Nah ini harus dijalani bersama-sama,” jelasnya.

Tujuan keberadaan Politeknik Pertanian ini akan membantu terlahirnya petani milenial. Sehingga ada regenerasi berikutnya diusia produktif. Petani di Indonesia saat ini kurang lebih mencapai 33 juta orang. Tercatat sekitar 2,7 juta orang yang berusia muda atau kurang 45 tahun. ”Artinya 90 persen petani kita memasuki masa tidak produktif lagi,”  tambahnya..

Diperlukan untuk mendorong petani milenial. Karena 10 tahun kedepan sektor ini akan bermasalah kalau tidak disikapi dari sekarang dalam ketersediaan petani milenial pada usia produktif. ”Petani milenial mampu dihasilkan melalui pendidikan vokasi, seperti Politeknik Pertanian tersebut,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Fauzi mengatakan NTB siap bila ingin wujudkan Politeknik Pertanian. Ini tentunya akan semakin bisa melahirkan petani-petani milenial yang dibutuhkan daerah. ”Apalagi peminat yang bersekolah di Politeknik Pertanian secara nasional alami peningkatan setiap tahunya. Rata-rata lulusannya 90 persen terjun ke sektor pertanian,” ujarnya.

Kepala SMKPPN Mataram Sugiartha mengatakan bila Politeknik Pertanian ada di NTB, maka siswa lulusannya bisa melanjutkan pendidikannya. Sebab ia melihat minat lulusan sekolahnya banyak tertarik melanjutkan pendidikan tersebut. ”Dengan ada Politeknik Pertanian di NTB akan lebih mendekatkan pada lulusan kami,” kata dia.  (nur)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks