alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

H Mohan Roliskana Minta Rencana Pembukaan Sekolah 2 Juni Ditinjau Lagi

MATARAM-Jumlah anak positif Covid-19 terus meningkat. Atas dasar itu, rencana pemerintah untuk segera memulai proses belajar mengajar di sekolah perlu dikaji ulang.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin.

Tercatat 74 anak-anak tertular Covid-19. Rinciannya, 24 balita dan 48 anak berusian 6 sampai 18 tahun.

Mohan mengatakan, banyaknya anak-anak tertular Korona menjadi perhatian pemerintah, lebih khusus lagi para orang tua. Paling tidak kata dia, orang tua bisa menjaga keamanan dan kesehatan anak-anaknya.

Disinggung soal masuk sekolah mulai 2 Juni mendatang, Mohan meminta kebijakan itu dikaji kembali. Paling tidak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram harus melihat beberapa kebijakan lain.

“Jangan sampai bandara ditutup. Namun anak-anak sekolah kembali belajar. Tentu ini akan cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Mohan juga tidak menampik jika anak terlalu lama libur akan memengaruhi kemampuan mereka. Perkembangan pengetahuan akan terhambat. Belum lagi anak akan jenuh. Karena di saat usia seperti ini, mereka perlu berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Namun di satu sisi, persoalan belum selesai. Penyebaran Covid-19 cukup masif. “Bersabar dulu. Ini harus ada peran bersama,” ungkap Mohan.

Ia meminta para orang tua untuk sementara bisa mengambil peran para guru di sekolah. Bisa mendidik anak di rumah.

Sementara itu Kepala Disdik Kota Mataram HL Fatwir Uzali mengatakan, masa libur sekolah akan berakhir 2 Juni mendatang. Kendati demikian, jika pandemi Covid-19 masih cukup mengkhawatirkan, maka bisa diperpanjang.

Meski libur, kata Fatwir, anak tetap belajar. Para guru memberikan materi pembelajaran daring. Dengan cara memberikan tugas kepada siswanya. “Para guru tetap melaksanakan proses belajar mengajar meski libur,” kata dia.

Ditambahkan, proses pembelajaran semester ganjil sudah selesai. Pada 15 Juni anak-anak kembali libur. Jadi, jika pandemi Covid-19 masih mengkhawatirkan, maka proses belajar mengajar bisa diliburkan kembali hingga situasi lebih baik. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks