alexametrics
Sabtu, 5 Desember 2020
Sabtu, 5 Desember 2020

Asesmen Nasional Tak Hilangkan Evaluasi Pembelajaran Kepada Siswa

MATARAM-Tahun depan, Kemendikbud resmi mengganti Ujian Nasional (UN), dengan Asesmen Nasional. ”Kami secara bertahap, sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” kata kata Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin, pada Lombok Post, Selasa (27/10/2020).

Dijelaskan, Asesmen Nasional memiliki tiga aspek yang diujikan. Pertama Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), mengukur capaian peserta didik, dari hasil pembelajaran kognitif, dari numerasi dan literasi.

Bedanya, penilaian hasil belajar melalui UN, diperuntukkan bagi peserta didik di kelas VI SD, kelas IX SMP dan kelas XII SMA. Maka di Asesmen Nasional, evaluasi dilakukan satu tahun sebelum siswa lulus dan tidak harus diikuti oleh seluruh siswa di setiap sekolah. Hanya diwakili oleh beberapa siswa saja.

”Untuk kelas V SD hanya 35 orang, dan kelas VIII SMP dan kelas XI SMA ada 45 siswa,” jelasnya.

Bagian kedua, Asesmen Nasional untuk survei karakter. Mengukur capaian peserta didik dari pembelajaran sosial emosional. Terakhir, dilakukan survei lingkungan belajar.

Dari sini pemerintah memiliki gambaran, untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran.

”Hasilnya ini, bukan untuk mengukur capaian prestasi siswa atau penilaian kinerja guru, tetapi laporannya untuk mengevaluasi di berbagai bidang pembelajaran,” terang Syarafudin.

Kendati demikian, Asesmen Nasional tidak akan memengaruhi penyelenggaraan kegiatan kelulusan siswa. Evaluasi atau penilaian hasil pembelajaran tetap dilaksanakan. Satuan pendidikan tetap melaksanakan ujian sekolah (US) bagi Kelas VI SD, kelas IX SMP dan kelas XII SMA.

”US tetap menjadi dasar untuk menentukan kelulusan siswa,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB Purni Susanto mengatakan, Asesmen Nasional tidak akan mengubah penerapan Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018. Aturan tentang penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah tetap berlaku.

”Penilaian itu ada tiga macam, ada penilaian oleh guru, sekolah dan pemerintah,” tegas dia.

Hanya saja, untuk penilaian pemerintah berubah. Biasanya menggunakan UN maka mulai tahun depan memakai Asesmen Nasional. Sedangkan guru tetap melakukan penilaian harian, mengukur capaian hasil belajar siswa dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.

”Sekolah tetap menyelenggarakan ujian semester dan US diakhir tahun pembelajaran,” pungkasnya. (yun/r9)

 

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Butuh Rp 300 Miliar untuk Uji Klinis Vaksin Merah Putih

KEMENTERIAN Riset dan Teknologi (Ristek)/BRIN terus mendorong percepatan pengembangan vaksin Merah Putih. Kemarin (3/12), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Indonesia (UI) mendapat Surat Keputusan (SK) terkait Pelaksana Harian Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19). 

Korona Mulai Reda, Perguruan Tinggi di NTB Pede Kuliah Tatap Muka

Perguruan tinggi di NTB mulai merespons kebijakan terbaru pemerintah pusat mengenai kuliah tatap muka yang bisa digelar pertengahan Januari tahun depan. Wakil Rektor (WR) I Unram Agusdin menjelaskan, kendati kebijakan tersebut diberlakukan pada awal tahun, namun kampus memulai perkuliahan semester genap pada Februari.

Pengamat : Nadi Bisa Kalahkan Joda

Paslon H Najmul Akhyar- H Suardi (Nadi) dinilai memiliki kans lebih besar untuk memenangkan pilkada Lombok Utara dibandingkan pesaingnya Djohan-Danny (Joda),           ”Nadi punya kekuatan yang tidak dimiliki Joda,” ujar Pengamat Politik NTB Dr. Kadri kepada Lombok Post, kemarin (4/12).

Koalisi Rapatkan Barisan, Survei PRESISI Sebut JODA Ungguli NADI

Partai politik (parpol) koalisi paslon Djohan Sjamsu dan Danny Carter Febriyanto Ridawan (Jadi) akan merapatkan barisan menuju pemenangan Joda, pada pilkada Lombok Utara, 9 Desember, mendatang.

Parpol Pengusung Tidak Kendorkan Mesin, Kawal Pemenangan NADI di KLU

Pada hari-hari terakhir kampanye, partai politik pengusung paslon Najmul Akhyar dan Suardi (Nadi) terus memacu mesin partai. Seluruh perangkat partai digerakkan untuk memastikan kemenangan pasangan Nadi. Paslon Nadi didukung sejumlah parpol. Seperti Partai Nasdem, PBB, Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Hanura dan Gelora.

Kilas Balik Jalan Panjang SALAM

Gerakan pasangan Selly-Manan (SALAM) sepanjang masa kampanye Pikada Kota Mataram, bukan sekadar parade politik penuh kepentingan janji manis belaka. Kilas balik jejak kampanye jago koalisi PDIP - PKS ini juga memberi edukasi dan menginspirasi masyarakat dalam banyak aspek. Mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, nilai keberagaman, hingga penegakan protokol kesehatan di masa pandemi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks