alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Banyak Ijazah SMA Sederajat Mengendap di Sekolah, Ombudsman NTB Lapor ke Dikbud

MATARAM–Ombudsman RI Perwakilan NTB menghimpun sejumlah laporan ijazah belum terdistribusi. ”Tingkat SMA, SMK maupun juga di bawah naungan Kemenag seperti madrasah,” kata Asisten Bidang Penanganan Laporan Ombudsman RI Perwakilan NTB Arya Wiguna, pada Lombok Post, Minggu (27/12/2020).

Pihaknya kemudian menindaklanjuti laporan itu, dengan melakukan investigasi ke sejumlah satuan pendidikan. Mencakup yang ada di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram.

”Ini untuk mengetahui dan memeriksa permasalahan terhadap distrbusi ijazah ini,” jelasnya.

Hasilnya, ada sekolah yang belum memberikan ijazah, lantaran siswa tersebut belum membayar atau melunasi Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Ada juga ijazah yang memang tidak diambil oleh siswa, karena mereka sudah bekerja ke luar daerah atau luar negeri. ”Ada pula yang belum cap jari atau tanda tangan, jadi setelah kami cek, ada banyak sekali yang belum terdistribusi, bahkan dari tahun 90-an itu masih ada,” terangnya.

Baca Juga :  Dikbud NTB Wajib Tanggung Jawab, Banyak Siswa Belum Dapat Sekolah

Ombudsman langsung menyerahkan laporannya ke Dinas Dikbud NTB agar ditindaklanjuti oleh satuan pendidikan. ”Sebab ini tidak bisa dilakukan oleh sekolah itu sendiri, penyelesaiannya harus secara sistemik dan Alhamdulillah pak kadis welcome dan bertindak,” kata Arya.

Ijazah merupakan dokumen negara, yang harus segera didistribusikan. Bila terlalu lama mengendap di sekolah, maka menimbulkan potensi penyalahgunaan yang lebih besar. ”Ini yang perlu diantisipasi, sehingga harus segera diselesaikan,” jelas Arya.

Dirinya berharap, kepada seluruh satuan pendidikan aktif melakukan distribusi ijazah. Tidak dipungkiri, memang menurut sebagian masyarakat, ijazah dianggap tidak penting, padahal sebaliknya.

”Mereka akan ambil ketika butuh, untuk melamar kerja, atau menjadi syarat wisuda, padahal ini sangat penting segera diambil ke sekolah,” tegasnya.

Baca Juga :  Gelar Webinar Internasional, FIK Ummat Berhasil Cetak Rekor MURI

”Kalaupun nanti sekolah tidak menemukan alumninya, setidaknya sekolah menyimpannya dengan baik, di arsipkan di dokumen sekolah,” pungkas Arya.

Terpisah, Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB H Jalaluddin mengimbau madrasah melakukan pemeriksaan kembali. Maksudnya, jika ada ijazah yang belum terdistribusi, harus segera diproses. ”Ini kan dokumen negara, jangan terlalu lama disimpan,” ujarnya. (yun/r9)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/