alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Dikbud NTB Rancang Standar Normal Baru Pendidikan

MATARAM-Sambil melihat tren perkembangan kasus Covid1-19, Pemprov NTB mulai merancang standar normal baru sektor pendidikan. ”Kami sudah berkeliling ke seluruh kabupaten dan kota di NTB, menyerap aspirasi mereka,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post.

 

Ada sejumlah gambaran dari pelaksanaan belajar dari rumah. Bagi sekolah perkotaan, berjalan lancar dengan mekanisme belajar daring dan semi daring. Barulah, sekolah yang berada dikawasan pinggir yang bermasalah. Mereka masih mengkombinasikan metode daring, semi daring, dan konvensional.

 

”Kami bisa katakan, layanan pembelajaran dengan semi daring, paling banyak digunakan,” tegas dia.

 

Namun pada prinsipnya, peserta didik tetap mendapat materi pembelajaran. ”Hambatannya masih berkutat pada tidak punya fasilitas, dan semacam itu tetapi semuanya terlayani,” ujar Aidy.

 

Dari kunjungan tersebut, ternyata orang tua menginginkan anak-anaknya segera masuk. Ada perbedaan, jika orang tua di wilayah perkotaan, bisa mengajari anak-anaknya karena berpendidikan, lain halnya di desa. ”Bahkan kami terima masukan dari komite sekolah, hal-hal seperti ini tidak bisa terkontrol,” jelasnya.

 

Pihaknya juga menyampaikan, dua opsi pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Pertama, melanjutkan kegiatan BDR, menerapkan pola sistem shift atau blok di satuan pendidikan. ”Ini akan segera kami rapatkan dengan Asisten I Setda NTB dan pihak Kanwil Kemenag,” tegasnya.

 

Sesuai arahan pusat, hal yang harus segera ditindaklanjuti adalah kegiatan pembelajaran di pondok pesantren, ternyata saat ini sudah mulai. Untuk pondok pesantren, proses tatap muka dan pemberlakuan izin dari pemda, dikecualikan. ”Maka yang sudah ada ini kita jadikan piloting dan akan kami kunjungi dalam waktu dekat,” tegasnya.

 

Dalam waktu dekat Dinas Dikbud NTB dan Kanwil Kemenag NTB akan bertemu, mempersiapkan penyusunan SOP. Aidy menegaskan, dengan SKB empat menteri, sekolah harus menjalakan masa transisi terlebih dulu. Pada masa transisi, atau dua bulan pertama, agar ketentuan social distancing dan physical distancing terpenuhi, sekolah wajib menjalankan proses shift atau blok.

 

”Juli nanti belum boleh masuk, tetapi sekolah melakukan persiapan selama sebulan itu untuk belajar tatap muka, Insya Allah sekitar akhir Agustus, atau awal September, kita mulai dari sana,” tandasnya.

 

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz mengatakan, secara rinci, panduan SKB empat menteri dibahas dengan melihat kondisi di masing-masing sekolah atau madrasah binaan. Kanwil Kemenag NTB akan melakukan sosialisasi dan juga menunggu kebijakan Kemenag pusat.

”Mengenai pengaturan lebih detail di madrasah dan pondok pesantren,” tegas dia. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks