alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Mirip Kuliah, SMA di NTB Tahun Ini Gunakan SKS

MATARAM-Tahun ini pemerintah melaksanakan kembali Sistem Kredit Semester (SKS), yang pernah dicoba 2005 silam.

”Program ini sudah dimulai saat Dinas Dikbud NTB dikomandoi bapak Zaini Arony,” kata Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB Purni Susanto, pada Lombok Post, Rabu (29/7/2020).

Selama perjalanannya, program SKS ini sempat terhenti, karena berbagai kendala. Namun, setelah Kadis Dikbud NTB dikomandoi H Aidy Furqan yang juga salah satu konseptor, program ini kembali digelorakan.

Mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Permendikbud Nomor 158 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

”Karena ada payung hukum, sehingga kami merasa mantap bahwa pelaksanaan SKS ini akan berjalan baik,” ujarnya.

Sejak dicetuskan 2005 silam dan pernah diikuti oleh puluhan satuan pendidikan, hanya SMAN 5 Mataram saja yang masih bertahan sampai saat ini. ”Harapannya, Smala, menjadi mentor bagi sekolah-sekolah lain di NTB,” imbuhnya.

Dinas Dikbud NTB sangat optimis memandang. Program SKS diyakini baik, karena dapat mengakomodir keberagaman bakat, minat, kemampuan, dan kecepatan belajar peserta didik.

”Sehingga nantinya akan ada siswa, yang bisa menuntaskan belajar jenjang SMA selama dua tahun,” kata dia.

Purni menekankan, program SKS berbeda dengan akselerasi, karena kelas akselerasi hanya fokus melayani peserta didik yang cerdas dan mengabaikan mereka yang termasuk kategori lambat dalam belajar. Sementara Program SKS ini bisa mengakomodir semua model pembelajar, mulai dari yang lambat, normal, dan cepat.

”Siswa lambat akan difasilitasi remedial, yang biasa difasilitasi melanjutkan materi pada KD berikutnya, yang cepat dilayani dengan program pengayaan dan pendalaman materi,” jelasnya.

Sampai saat ini, Dinas Dikbud NTB terus melakukan sosialisasi. Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi. Khususnya kepada sekolah akreditasi A sebagai syarat utama sesuai aturan.

”Meskipun situasi kita darurat pandemi, kita harus tingkatkan dunia pendidikan NTB, sekolah lain tetap ikut, bisa memulai tahun depan setelah memantapkan persiapan tahun ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala SMAN 5 Mataram H Arofiq bersama tim telah mempersiapkan diri untuk berbagi pengalaman. Mereka telah menerapkan program SKS sejak 2006 silam.

”Selama kurun waktu 20016-2019, siswa kami yang lulus dua tahun sebanyak 361 orang,” kata dia.

Menurutnya, kebijakan ini punya banyak manfaat. Selain lebih cepat lulus, tidak akan ada siswa yang tidak naik kelas. Sebab, bagi siswa yang memiliki nilai kurang bagus dapat mengulangi pelajaran tersebut. Bukan mengulang satu tahun ajaran.

”Dalam waktu dekat, sudah ada dari berbagai SMA NTB yang akan melakukan studi tiru ke SMAN 5 Mataram. Tentu ini kita sambut baik dan siap sharing pengalaman,” tandas Arofiq. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks