alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Unram Tingkatkan Kolaborasi dengan Dudi dan Lembaga Non PT

Implementasikan Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar,

MATARAM–Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Universitas Mataram (Bidang IV Unram) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) NTB menggelar acara Webinar. Dengan mengangkat tema “Potensi Kolaborasi Universitas Mataram dengan dunia Usaha, Dunia Industri dan Lembaga Non Perguruan Tinggi” melalui Zoom Meeting, Rabu (30/9).

Rektor Unram Prof Lalu Husni mengatakan Merdeka Belajar merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang memberi kesempatan pada mahasiswa. Dimana selama satu semester yang setara dengan 20 SKS untuk mengambil mata kuliah atau perkuliahan diluar Program Studi (Prodi) pada Perguruan Tinggi (PT) yang sama.

“Dan paling lama dua semester atau setara dengan 40 SKS di PT yang berbeda atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi,” ungkap Prof Husni.

Dia melanjutkan, bentuk pembelajaran diluar Perguruan Tinggi antara lain magang atau praktik kerja. Bisa dilakukan di Industri, wirausaha, pertukaran pelajar atau antar mahasiswa, penelitian, proyek di desa, proyek kemanusiaan, mengajar di sekolah.

“Untuk itu kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun relasi dengan pelaku wirausaha dan industri untuk mendukung suksesnya program magang, praktik kerja kewirausahaan mahasiswa,” katanya.

Menurut penjelasan dari Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi (WR IV) Unram Yusron Sa’adi saat ini Unram telah menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah. Dengan persentase 64 persen dan 36 persen sisanya dengan dunia usaha maupun dunia industri.

“Persentase kerjasama dengan dunia usaha ini tentu angka yang sangat baik, namun kami akan meningkatkannya lagi,” terangnya.

Agusdin selaku narasumber pertama menjelaskan Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Mendikbud adalah program hak belajar selama tiga semester di luar Prodi. MBKM bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills. Ini agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.

“Program-program experiental learning (pembelajaran berdasarkan pengalaman, red.) dengan jalur yang fleksibel diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Unram itu.

Dia menambahkan program MBKM itu berlaku untuk program sarjana dan sarjana terapan selain Prodi Kesehatan. Agusdin menyebutkan beberapa bentuk kegiatan pembelajaran dalam program MBKM antara lain pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan Pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independent dan membangun desa/kuliah kerja nyata tematik.

Ketua Umum Ok Oce Indonesia Iim Rusyamsi yang juga bertindak selaku narasumber dalam acara mengungkapkan salah satu permasalahan besar yang dihadapi bangsa saat ini adalah pengangguran atau kekurangan lapangan kerja. Menurutnya, disanalah kiprah dari Ok Oce Indonesia sebagai gerakan sosial yang berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja berbasis wirausaha.

“Berdasarkan Global Entrepreneurship Index (GEI) tahun 2018, Indonesia menempati peringkat ke-94 dari 137 negara yang disurvei. Disisi lain berdasarkan Riset dari IDN Research Institute tahun 2019 ada 61,9 persen millennial di Indonesia memiliki minat untuk berwirausaha, nah inilah yang ingin kami bina untuk berkontribusi mengentaskan salah satu permasalahan bangsa tadi,” urainya.

Dia lebih jauh menjelaskan Ok Oce memiliki kurikulum yang terdiri dari tujuh tahapan untuk mengentaskan pengangguran di era pandemi seperti saat ini. Ketujuh tahapan itu adalah pendaftaran calon peserta yang akan bergabung dengan komunitas penggerak Ok Oce, pelatihan, pendampingan, perijinan, pemasaran produk, pencatatan keuangan dan permodalan.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB Faurani menjelaskan Kadin merupakan induk organisasi yang berisi para pengusaha yang ada di NTB. Dari berbagai sektor lini usaha baik kontraktor, pariwisata, perhotelan, termasuk juga para pengusaha wanita.

“Sehingga nanti sangat berguna dan bisa membantu para mahasiswa dalam melaksanakan program belajar mereka, baik PKL, magang dan apapun namanya, akan ada para pengusaha yang siap membantu dan menerima,” pungkasnya. (nur/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks