Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampingi 532 Guru di Lombok Tengah Belajar Platform Merdeka Mengajar

Baiq Farida • Selasa, 2 Agustus 2022 | 11:14 WIB
SATU PANDANGAN: Kepala BGP NTB Suka (tiga dari kanan) saat hadir di kegiatan pendampingan pemanfaatan PMM implementasi Kurikulum Merdeka bagi PTK, di Loteng akhir Juli lalu.
SATU PANDANGAN: Kepala BGP NTB Suka (tiga dari kanan) saat hadir di kegiatan pendampingan pemanfaatan PMM implementasi Kurikulum Merdeka bagi PTK, di Loteng akhir Juli lalu.
MATARAM—Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Lombok Tengah tengah dipersiapkan agar optimal mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Sebanyak 532 orang dari mereka didampingi untuk mengetahui pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang digelar akhir Juli.

“Platform ini sangat membantu guru dalam mendukung penerapan Kurikulum Merdeka,” tegas Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) NTB Suka, Senin (1/8).

Agar guru lebih masif menggunakan PMM, BGP melalui program kemitraan bersama PGRI Lombok Tengah (Loteng), telah melaksanakan pendampingan tersebut.

Dengan menggandeng organisasi profesi, sasaran guru yang mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan PMM, bisa lebih banyak dan masif. “Mereka (peserta) semuanya berasal dari unsur kepala sekolah, dan guru kelas dari tiap-tiap sekolah, tingginya jumlah peserta ini menjadi bukti antusiasme dalam pemanfaatan PMM ini,” terang Suka.

Ia menyebut, pendampingan pemanfaatan PMM, tujuannya, mengenalkan sekaligus menjelaskan mengenai layanan dan faedah yang bisa diperoleh melalui penggunaan platform, maupun peluang-peluang bagi PTK, untuk lebih mengaktualisasikan dan mengembangkan kemampuan diri melalui menu Hasil Karya.

“Agar kita sama-sama paham juga, bagaimana menu-menu lain yang ada di platform tersebut, digunakan semaksimal mungkin oleh guru-guru kita,” tegasnya.

Sementara itu, Pemkab Loteng menyambut baik diterapkannya implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran baru 2022/2023. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Loteng HM Nursiah.

“Kami akan mendukung dan berkomitmen dalam pelaksanaan implementasi Kurikulum Merdeka dan akan dituangkan dalam regulasi yang ada,” jelasnya.

Dirinya juga mengapresiasi satuan pendidikan yang secara antusias mendaftar untuk melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri. Ia berharap, agar Implementasi Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan mutu pendidikan. “Pemda juga siap mengakomodir dan akan memanfaatkan akses kementerian. Dengan pemanfaatan Implementasi Kurikulum Merdeka ini, diharapkan terjadi peningkatan mutu pendidikan,” paparnya.

Data  Kemendikbudristek, Kabupaten Loteng menjadi penyumbang terbanyak satuan pendidikan yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara mandiri di NTB. Ada 911 satuan pendidikan yang menjadi pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka. Rinciannya terdiri atas 187 PAUD atau SKB atau PKBM, 544 SD, 145 SMP, 24 SMA, dan 11 SMK.

Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy juga mendukung penuh implementasi Kurikulum Merdeka di wilayahnya. Apalagi Lotim telah menjadi barometer pendidikan di NTB karena salah satu indikatornya, banyak satuan pendidikan yang menjalankan Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan I dan 2 kemudian, banyak guru di Lotim juga mengikuti Program Guru Penggerak (PGP).

“Atas nama pemerintah Kabupaten Lombok Timur, saya mendukung penuh Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Lombok Timur,” tegasnya. (yun/r2)

 

 

  Editor : Baiq Farida
#Balai Guru Penggerak NTB #Kurikulum Merdeka #Platform Merdeka Mengajar