LombokPost-Dewan Pendidikan Kota Mataram (DPM) angkat bicara terkait dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 9 Mataram.
Persoalan ini harus menjadi warning bagi sekolah-sekolah lain agar tidak menyalahgunakan dana BOS.
”Harusnya peruntukan dana BOS dipajang di papan informasi atau tempat lain yang mudah diakses masyarakat,” saran Bendara DPM HM Syukri, kemarin.
Ia ingin SMA/SMK di NTB lebih transparan terkait penggunaan dana BOS.
Sehingga warga sekolah, baik itu guru, pegawai, bahkan masyarakat tahu peruntukkan dana BOS yang ada di sekolah.
”Jangan hanya kepala sekolah dan orang-orangnya saja yang tahu penggunaan dana BOS,” tegasnya.
Jika peruntukan dana BOS dipajang di papan informasi kata dia, tidak hanya warga sekolah saja yang tahu peruntukannya, namun juga orang tua atau masyarakat.
”Kami ingin Dikbud NTB meminta sekolah memajang peruntukkan dana BOS di halaman sekolahnya,” sarannya.
Ia meyakini jika peruntukan dana BOS transparan di SMA/ SMK di NTB tidak akan salah sasaran. Karena semua orang bisa mengawasi.
”Kepala sekolah tidak akan berani menggunakan dana BOS diluar peruntukannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, sekolah di bawah naungan Kementerian Agama banyak yang memajang peruntukan dana BOS di halaman. Sehingga semua orang bisa mengawasi.
”Kalau tidak tepat sasaran bisa dilihat langsung,” pungkasnya.
Kepala Dikbud NTB H Aidy Furqan menyayangkan adanya persoalan di sekolah tersebut.
”Kami sayangkan masih ada pengelolaan BOS yang kurang tertib. Maka dari itu saya minta kepada semua sekolah agar dapat mematuhi Juknis BOS dalam tata kelolanya,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida