Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Plus Minus SDIT Dibandingkan SD Negeri, Orang Tua Perlu Mengerti

Prihadi Zoldic • Senin, 2 Juni 2025 | 09:31 WIB
OUTING CLASS: Para murid SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung usai belajar di Laboratorium Terpadu UIN Mataram, beberapa waktu lalu.
OUTING CLASS: Para murid SDIT Al-Wildan Mendagi Gerung usai belajar di Laboratorium Terpadu UIN Mataram, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost - Tahun ajaran baru sebentar lagi. Sejumlah orang tua muda akan mulai menyekolahkan anaknya di jenjang sekolah dasar. Salah satu yang tengah naik daun adalah SDIT atau Sekolah Dasar Islam Terpadu. 

 

SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) semakin populer karena beberapa alasan. Yang pertama, sekolah tersebut menanamkan pendidikan agama yang kuat. Hal tersebut sejalan dengan kecenderungan saat ini, orang tua ingin anaknya memiliki dasar agama yang baik.

 

Alasan nomor dua SDIT semakin populer adalah karena krikulum terpadu yang diterapkan. SDIT meramu kurikulum pendidikan umum dengan pendidikan agama. Hal yang tak ditemui pada sekolah negeri.

Alasan nomor tiga, terkait lingkungan yang kondusif. Meski berstatus sekolah swasta, SDIT seringkali memiliki lingkungan yang nyaman untuk belajar, dengan fasilitas yang memadai dan guru yang berkualitas.

 

Alasan nomor empat terkait kegiatan ekstrakurikuler di SDIT yang beragam. Misalnya ada tahfidz Alquran, olahraga, dan kegiatan seni, sehingga anak-anak dapat mengembangkan bakat dan minatnya.

 

Alasan nomor lima SDIT semakin diperhitungkan adalah memiliki komunitas yang solid. Baik antara guru, orang tua, dan siswa atau murid. Sehingga anak-anak dapat merasa nyaman dan didukung dalam proses belajar.



Namun demikian, SDIT bukan tanpa kekurangan. Dikutip dari berbagai sumber, sekolah tersebut memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan. 

 

Yang pertama, terkait fleksibilitas yang kurang. Kurikulum SDIT yang cenderung ketat dan terstruktur, mungkin kurang mampu mengakomodasi kebutuhan dan minat individu siswa. Kedua, SDIT mungkin terlalu fokus pada pendidikan agama, sehingga murid mungkin kurang memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan dan minat lainnya.

 

Kekurangan ketiga terkait SDIT yang mungkin kurang memberikan kesempatan bagi murid untuk berinteraksi dengan murid dari latar belakang yang berbeda. Hal ini jelas memengaruhi keterampilan sosial anak yang kemungkinan kurang berkembang.

OUTING CLASS: Murid SDIT Yarla Batujai Outing Class ke Lombok Wild Life Park Tanjung Lombok Utara, beberapa waktu lalu.
OUTING CLASS: Murid SDIT Yarla Batujai Outing Class ke Lombok Wild Life Park Tanjung Lombok Utara, beberapa waktu lalu.

Nomor empat terkait biaya yang tidak murah. Saat SD negeri gratis, SDIT yang berstatus swasta jelas berbiaya. Hal ini membuat SDIT tidak bisa terjangkau oleh semua orang tua. Terakhir, SDIT mungkin kurang memiliki fasilitas dan sumber daya untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dengan kebutuhan khusus.

Namun, perlu diingat bahwa setiap sekolah memiliki kelebihan dan kekurangan, dan berbeda antara satu sekolah dan lainnya. Jadi bagaimana para orang tua muda? Pilih SDIT atau SD negeri? (yuk/r6) 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#tahun ajaran baru #SDIT #sekolah dasar #sd