LombokPost- SMPN 10 Mataram terus mematangkan persiapan menghadapi Lomba Adiwiyata tingkat NTB.
Setelah resmi menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Kota Mataram, kini sekolah yang berlokasi di sebelah timur Pasar Kebon Roek Ampenan ini menargetkan lolos sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.
Untuk mewujudkan target tersebut, SMPN 10 Mataram mendatangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram guna memberikan pembinaan dan pendampingan intensif.
Kepala SMPN 10 Mataram, H Chamim Tohari, mengatakan bahwa pihaknya terus mempersiapkan berbagai indikator penilaian Adiwiyata. Semua unsur sekolah dilibatkan, mulai dari siswa, guru, komite sekolah hingga para wali murid.
“Persiapan menghadapi Lomba Adiwiyata tingkat NTB ini mencakup pengelolaan sampah, penanaman pohon, sanitasi, hingga gerakan peduli lingkungan. Ada 29 indikator yang wajib dipenuhi,” ujar Chamim, Jumat (11/7).
Menurutnya, Lomba Adiwiyata tingkat NTB bukan sekadar kompetisi. Tetapi juga menjadi ajang edukasi untuk menciptakan budaya cinta lingkungan di sekolah.
Sekolah ini bahkan memasukkan konsep Adiwiyata ke dalam rencana pembelajaran. Sehingga nilai-nilai peduli lingkungan menjadi bagian dari pelajaran sehari-hari.
“Penilaian lomba Adiwiyata tingkat provinsi akan dilakukan akhir Juli sampai Agustus,” jelasnya.
DLH Kota Mataram pun terus mendampingi SMPN 10 Mataram dalam memenuhi seluruh indikator Adiwiyata. Pembinaan ini meliputi aspek administrasi hingga implementasi di lapangan.
“Setiap langkah kami selalu sejalan dengan arahan DLH untuk memastikan kelengkapan persyaratan Lomba Adiwiyata tingkat NTB,” imbuh Chamim.
Dengan sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah, Chamim optimis mampu tampil maksimal dalam Lomba Adiwiyata tingkat NTB. Harapannya, tidak hanya membawa nama baik sekolah, tapi juga menjadikan siswa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Editor : Siti Aeny Maryam