Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gagal Dapat Hibah Bukan Karena Ide, Tapi Proposal: FKIK Unram Buka Rahasia Menang Dana Nasional dan Internasional

Alfian Yusni • Sabtu, 20 September 2025 | 21:27 WIB
Prof. Dr. dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL(K)., M.Kes saat memaparkan pengenalan dana hibah nasional dan internasional.
Prof. Dr. dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL(K)., M.Kes saat memaparkan pengenalan dana hibah nasional dan internasional.

LombokPost - Banyak peneliti dan dosen punya ide brilian. Tapi sayangnya, tak sedikit yang akhirnya gagal mendapatkan dana hibah nasional maupun dana hibah internasional.

Bukan karena idenya jelek. Melainkan karena proposal penelitian yang mereka buat tidak sesuai standar penilaian.

Itulah yang mendorong Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) melalui Badan Pengelola Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BP3F) menggelar pelatihan penulisan proposal hibah nasional dan internasional, Sabtu (19/10/2025), di Aula Yunita Sabrina.

Acara berlangsung hybrid dan dibuka langsung oleh Dekan FKIK Unram, Dr. dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., M.Si.Med.

Ia menegaskan pentingnya meningkatkan jumlah dan kualitas proposal penelitian.

Menurutnya, dosen dan peneliti harus mampu bersaing, sehingga dana hibah penelitian dapat diraih secara berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Ketua BP3F, Dr. dr. Yusra Pintaningrum, Sp.JP(K). Ia berharap pelatihan ini bisa mendongkrak capaian penerimaan dana hibah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kalau penerimaan hibah meningkat, otomatis publikasi juga meningkat. Dampaknya? Ranking universitas ikut naik,” ujarnya.

Membaca Peluang Hibah

Sebagai pembicara pertama, Prof Dr. dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL., M.Kes membedah peta besar pendanaan riset.

 

Berdasarkan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Rencana Induk Riset Nasional 2017–2045, bidang kesehatan ditetapkan sebagai fokus prioritas riset nasional. Artinya, peluang dana hibah nasional untuk bidang ini terbuka lebar.

Namun, ia menekankan, peluang besar itu hanya bisa dimanfaatkan jika dosen dan peneliti serius menyesuaikan proposal mereka dengan arah kebijakan riset yang berlaku.

Bedah Proposal, Bongkar Rahasia

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah proposal hibah oleh dua narasumber yang sudah kenyang pengalaman memenangkan hibah penelitian: apt. Candra D. Hamdin, M.Sc., Ph.D. dan dr. Astri Ferdiana, MD, MPH, Ph.D.

Mereka tidak hanya membagikan teori tentang struktur proposal penelitian yang baik, tetapi juga tips dan trik praktis agar proposal bisa lolos seleksi pendanaan.

Mulai dari perumusan masalah, penekanan pada novelty (kebaruan riset), hingga merancang luaran yang konkret dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk hibah internasional, tantangannya lebih tinggi. Selain harus menggunakan bahasa Inggris akademik yang solid, peneliti juga wajib menyesuaikan fokus riset mereka dengan prioritas lembaga donor asing.

Harapan Besar

Dengan adanya pelatihan ini, FKIK Unram berharap para dosen dan peneliti tidak lagi terjebak pada ide yang hanya berhenti di meja kerja.

Sebaliknya, ide-ide tersebut bisa diubah menjadi proposal yang solid, kompetitif, dan berpeluang besar memenangkan dana hibah nasional dan internasional.

Bila itu tercapai, jejaring penelitian akan makin luas, publikasi internasional meningkat, dan kontribusi kampus terhadap pengembangan ilmu pengetahuan semakin nyata.

Lebih dari itu, riset yang didanai hibah bisa langsung menjawab berbagai persoalan di masyarakat. (***)

Editor : Alfian Yusni
#rahasia sukses menulis proposal #FKIK Unram #dosen #Hibah #peneliti