LombokPost- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB menegaskan komitmennya mengawal kebijakan pendidikan nasional yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto melalui kabinet merah putih.
Fokus utama diarahkan pada penguatan pendidikan, sains, teknologi, serta digitalisasi demi mencetak guru profesional dan SDM unggul menuju generasi emas 2045.
Ketua PGRI NTB Yusuf mengatakan, kebijakan pendidikan nasional akan berdampak besar pada pembangunan sumber daya manusia.
Enam program prioritas Kemendikdasmen 2025 meliputi penguatan pendidikan karakter, wajib belajar 13 tahun, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan literasi numerasi dan sains.
Serta pemerataan kesempatan pendidikan di seluruh daerah.
PGRI sebagai organisasi profesi guru selalu hadir memperjuangkan kesejahteraan, profesionalitas, dan perlindungan bagi tenaga pendidik.
“Bahkan di tingkat global, Ketua Umum PB PGRI Prof Unifah Rosyidi kini duduk di jajaran pimpinan Education International (EI),” ucap Yusuf.
PGRI juga menyoroti tantangan sistem pendidikan nasional di era digital.
Kesejahteraan guru, revisi UU Sisdiknas, kurikulum berbasis deep learning, serta literasi dan numerasi menjadi isu penting yang dikawal.
“Guru kuat Indonesia maju, guru hebat Indonesia kuat. NTB makmur mendunia,” tegas Yusuf. (*)
Editor : Kimda Farida