LombokPost- SMPN 14 Mataram serius menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki emosi berlebih dan kurang fokus dalam pembelajaran.
Langkah ini dilakukan setelah guru mendapat pelatihan dari psikolog RSJ Mutiara Sukma.
Dalam pelatihan tersebut, guru SMPN 14 Mataram diajarkan memahami karakteristik siswa berkebutuhan khusus, penyebab munculnya emosi berlebih.
Hingga strategi efektif mengelola emosi siswa di lingkungan sekolah.
“Karakter ABK dan cara menanganinya sudah dipahami para guru,” kata Kepala SMPN 14 Mataram Lina Yetti Budi Asih.
Ia menuturkan, sekolah yang dipimpinnya tidak hanya menerima siswa reguler, tetapi juga siswa berkebutuhan khusus.
Karena itu, penanganan siswa inklusi dilakukan semaksimal mungkin.
“Guru kami memahami kondisi siswa berkebutuhan khusus dan mampu memberikan penanganan yang tepat,” ujar Lina.
Para guru juga kerap menangani ABK yang tiba-tiba menunjukkan emosi berlebih. Tujuannya agar siswa inklusi bisa membaur dengan siswa reguler tanpa sekat yang mencolok.
“Kami ingin guru-guru semakin paham karakter ABK,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam