LombokPost--Dalam upaya menekan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM), dosen Poltekkes Kemenkes Mataram melakukan transfer ilmu dan teknologi di Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela.
Kegiatan bertajuk “Lab Health Pocket” ini memberdayakan kader dan ibu PKK sebagai garda terdepan deteksi dini PTM di desa binaan Prodi Teknologi Laboratorium Medis tersebut.
Kegiatan yang diikuti 50 kader dan ibu PKK ini secara resmi dibuka dengan pengukuhan Pos Pelayanan Kesehatan Desa untuk skrining PTM.
Turut hadir dalam acara tersebut kepala desa Aikdewa, sekretaris desa, ketua PKK, beserta jajaran kader.
Tim pengabdian yang diketuai Maruni Wiwin Diarti serta beranggotakan Yunan Jiwintarum, Dr Achmad Fathoni, dan mahasiswa dari jurusan TLM dan keperawatan, tidak hanya memberikan penyuluhan tetapi juga peralatan pendukung.
“Investasi berupa alat kesehatan dan bibit tanaman obat kami serahkan untuk mendukung keberlanjutan program. Harapannya, pos kesehatan desa ini bisa menjadi pusat skrining mandiri,” jelas Wiwin Diarti.
Adapun bantuan yang diserahkan antara lain dua tensimeter digital, perlengkapan pengambilan sampel darah (blood lancet, autoklik), alat pelindung diri (masker, handscoon), serta lima paket bibit umbi rempah (empon-empon) untuk pembuatan “Rajalom” (herbal tradisional Lombok).
Hasilnya signifikan. Pengetahuan peserta tentang skrining, pencegahan, dan pengendalian PTM melonjak dari rata-rata 45,37 persen menjadi 87,4 persen.
Keterampilan praktis seperti menggunakan tensimeter digital dan aplikasi Lab Health Pocket juga meningkat dari 66,4 persen menjadi 89,4 persen.
Aplikasi Lab Health Pocket menjadi inovasi kunci, yang memudahkan kader mencatat dan memantau hasil pemeriksaan kesehatan warga secara digital.
“Kami ingin membangun kesadaran dari tingkat keluarga, kader dan ibu PKK yang terlatih akan menjadi agen perubahan perilaku sehat di masyarakat,” pungkas Wiwin.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Lombok Timur dalam pengelolaan PTM berbasis komunitas, mengedepankan pencegahan dan deteksi sedini mungkin. (ida/*)
Editor : Kimda Farida