Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kejar TKA, SMPN 16 Mataram Perketat Pola Belajar Meski Terkendala Laptop dan Internet

Ali Rojai • Selasa, 30 Desember 2025 | 20:52 WIB
Siswa SMPN 16 Martaram membaca buku di halaman sekolah setempat, belum lama ini. Kejar TKA, SMPN 16 Mataram perketat pola belajar meski terkendala laptop dan internet.
Siswa SMPN 16 Martaram membaca buku di halaman sekolah setempat, belum lama ini. Kejar TKA, SMPN 16 Mataram perketat pola belajar meski terkendala laptop dan internet.

LombokPost - Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMPN 16 Mataram memperketat pola belajar siswa. Persiapan TKA dilakukan secara intensif melalui penguatan materi, simulasi soal, dan pendampingan khusus. Namun, di balik keseriusan persiapan tersebut, sekolah masih menghadapi kendala pada sarana penunjang ujian, terutama ketersediaan laptop dan jaringan internet.

Kepala SMPN 16 Mataram Burhanuddin menjelaskan, dalam persiapan TKA sekolah memfokuskan penguatan pada dua mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.

Setiap Sabtu, seluruh siswa diwajibkan mengikuti program penguatan literasi dan numerasi selama 120 menit atau setara tiga jam pelajaran.

“Untuk kelas IX, kami beri porsi khusus persiapan TKA. Siswa dikenalkan dengan tipe-tipe soal melalui simulasi dan diskusi mendalam di kelas,” ujar Burhanuddin.

Tingginya antusiasme siswa dalam persiapan TKA dihadapkan pada keterbatasan fasilitas. Saat ini, SMPN 16 Mataram hanya memiliki 20 unit laptop, sementara jumlah siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA hampir 140 orang.

Kondisi tersebut diperparah dengan latar belakang ekonomi orang tua siswa yang sebagian besar belum memiliki perangkat laptop pribadi di rumah.

“Kalau berharap dari orang tua cukup berat. Tantangan utama kami memang pada sarana, khususnya laptop,” jelas Burhanuddin.

Selain keterbatasan laptop, jaringan internet sekolah juga dinilai belum cukup kuat apabila seluruh siswa mengikuti TKA secara daring dalam waktu bersamaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sekolah berencana menerapkan sistem sif atau sesi seperti pada pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) sebelumnya.

“Kalau menggunakan tiga sesi, jaringan kami masih mampu. Yang penting siswa tetap terbiasa dengan sistem ujian online,” tambah Burhanuddin.

Ia mendorong siswa agar aktif mengakses aplikasi simulasi TKA untuk membiasakan diri dengan mekanisme ujian berbasis komputer.

Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana, Burhanuddin tetap optimistis. Pendampingan materi, diskusi intensif, serta latihan soal literasi dan numerasi terus digencarkan agar hasil TKA siswa tetap maksimal.

“Kami berharap bisa menutup keterbatasan fasilitas dan memastikan persiapan TKA berjalan optimal nantinya,” pungkasnya.

Editor : Prihadi Zoldic
#latihan #literasi #Tes Kemampuan Akademik #terkendala #internet #SMPN 16 Mataram #numerasi #Sarana dan Prasarana #tka #fasilitas #Laptop #Asesmen Nasional (AN)