LombokPost - SMPN 10 Mataram mematangkan persiapan menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA) April mendatang. Selain mengandalkan jam pelajaran reguler, sekolah menyinergikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga stamina siswa selama pengayaan intensif.
Kepala SMPN 10 Mataram Chamim Tohari mengatakan, persiapan dilakukan melalui pembinaan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
Fokus pendalaman materi diarahkan pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Guru-guru kelas IX sudah mulai aktif membimbing siswa agar lebih akrab dengan pola soal TKA,” ujarnya.
Guna menunjang kesiapan, siswa dan guru memanfaatkan smartboard untuk menelusuri latihan soal model terbaru. Buku penunjang di perpustakaan pun dioptimalkan.
“Smartboard sangat mendukung guru dan siswa untuk mencari tahu seperti apa model soal TKA,” kata Chamim.
Selain aspek akademik, pihak sekolah menekankan pentingnya fisik prima melalui program MBG. Sinergi MBG dengan kebijakan Lima Hari Sekolah membuat siswa memiliki energi lebih untuk mengikuti jam tambahan.
“Program pengayaan biasanya dilaksanakan hari Jumat sore atau setelah jam pelajaran terakhir berakhir pukul 15.00 Wita,” jelas Chamim.
Meski TKA tidak menentukan kelulusan, Chamim ingin memberikan bekal terbaik agar nilai siswa bisa digunakan masuk sekolah favorit pilihan mereka. “Kami tetap memberikan fasilitas dan metode belajar terbaik agar siswa siap menghadapi persaingan menuju jenjang selanjutnya,” ujar Chamim.
Melalui penguatan materi, pemanfaatan smartboard serta dukungan MBG, Chamim optimistis hasil TKA siswa lebih maksimal. Sinergi persiapan akademik dan kesehatan diyakini melahirkan lulusan berdaya saing.
Editor : Prihadi Zoldic