LombokPost- SMAN 8 Mataram menyiapkan strategi khusus untuk mengawal sekitar 130 siswa eligible agar peluang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) semakin besar.
Pendampingan dilakukan sejak awal, termasuk dengan membentuk tim khusus Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang bertugas menyiapkan data serta strategi pemilihan jurusan.
Kepala SMAN 8 Mataram Sunoto menjelaskan, strategi sekolah dalam menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak hanya berfokus pada teknis pendaftaran.
Sekolah juga menyentuh aspek komunikasi dan psikologis, terutama dalam membangun dukungan orang tua terhadap pilihan anak.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengundang orang tua seluruh siswa eligible. Tujuannya menyamakan persepsi agar dukungan keluarga selaras dengan minat dan potensi siswa.
Sunoto menilai, tekanan atau paksaan orang tua dalam menentukan jurusan dapat menjadi hambatan bagi siswa. Karena itu, pihak sekolah membuka ruang konsultasi bersama.
“Kami menyediakan ruang konsultasi bagi orang tua dan siswa guna mencapai mufakat dalam pemilihan jurusan,” ujar Sunoto.
Dalam proses analisis peluang, Sunoto mencermati potensi setiap siswa berdasarkan minat, kemampuan akademik, serta tingkat persaingan di tiap program studi (prodi).
Koordinasi dilakukan secara intensif agar siswa tidak saling bertabrakan memilih jurusan yang sama pada universitas yang sama, demi menjaga peluang kelulusan melalui jalur SNBP.
Selain itu, Sunoto juga memberikan arahan agar siswa memprioritaskan program studi yang tersedia di Mataram.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi untuk memperbesar peluang diterima di PTN.
“Kecuali jika jurusan yang diinginkan memang hanya tersedia di luar daerah,” ucap Sunoto.
Meski SNBP menjadi prioritas utama, Sunoto mengingatkan siswa dan orang tua agar tidak terpaku pada satu jalur.
Jika belum berhasil melalui jalur prestasi, sekolah telah menyiapkan pendampingan untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), termasuk jalur mandiri dan sekolah kedinasan.
Ia memastikan tidak ada lulusan yang berhenti setelah tamat sekolah. Seluruh siswa didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi melalui jalur yang sesuai.
“Dengan pendampingan maksimal diharapkan seluruh siswa eligible mampu menunjukkan prestasi terbaiknya dan sukses masuk PTN sesuai harapan,” tandas Sunoto.
Editor : Kimda Farida