Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disdik Mataram Siap Mutasi 43 Kepala Sekolah dan Tambah Pengawas Sekolah

Ali Rojai • Senin, 9 Februari 2026 | 22:08 WIB
Disdik Kota Mataram melakukan sosialisasi Lima Hari Sekolah kepada para kepala SMP di Aula SMPN 14 Mataram, Januari lalu. Disdik Mataram siap mutasi 43 kepala sekolah dan tambah pengawas sekolah.
Disdik Kota Mataram melakukan sosialisasi Lima Hari Sekolah kepada para kepala SMP di Aula SMPN 14 Mataram, Januari lalu. Disdik Mataram siap mutasi 43 kepala sekolah dan tambah pengawas sekolah.

LombokPost - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram bersiap melakukan mutasi besar-besaran dalam waktu dekat. Agenda utamanya pengisian 43 kepala sekolah yang masih kosong di jenjang SD dan SMP, sekaligus penataan kebutuhan pengawas sekolah Mataram.

Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf menegaskan, proses pengisian kepala sekolah tidak dilakukan asal tunjuk. Seleksi dipastikan ketat karena harus mengikuti regulasi terbaru dari pemerintah pusat.

Salah satu ketentuan yang menjadi perhatian adalah syarat pengangkatan pengawas. Yusuf menjelaskan, calon pengawas sekolah wajib memiliki pengalaman sebagai kepala sekolah. Regulasi ini sejalan dengan semangat penjenjangan karir tenaga kependidikan yang tidak menghendaki adanya kemunduran.

“Kami akan mengikuti aturan terbaru. Pengawas harus punya pengalaman sebagai kepala sekolah,” ujar Yusuf.

Untuk kebutuhan pengawas, Disdik Kota Mataram mengacu pada Permen PAN RB Nomor 21 Tahun 2024 dan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2024. Dalam aturan itu, rasio pengawasan untuk jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) adalah 1 banding 10, yakni satu pengawas mendampingi sepuluh sekolah binaan.

Dengan total sekitar 220 sekolah di Kota Mataram, kebutuhan ideal mencapai 22 pengawas sekolah. Namun, kondisi saat ini jauh dari cukup.

“Saat ini pengawas yang tersisa hanya enam orang. Jadi kita masih kekurangan 18 pengawas sekolah yang akan kita angkat dari kepala sekolah yang memenuhi syarat,” kata Yusuf.

Sementara itu, data Disdik menunjukkan kekosongan kepala sekolah terjadi di dua jenjang. Untuk SD terdapat 32 kepala sekolah kosong, sedangkan SMP terdapat 11 kepala sekolah kosong. Jika ditotal, pengisian akan menyasar 43 kepala sekolah.

Di tengah kebutuhan itu, ketersediaan calon pemimpin sekolah di Mataram dinilai aman. Saat ini terdapat 45 guru yang telah lulus pelatihan dan mengantongi sertifikat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Jumlah calon dinilai lebih dari cukup untuk menutup seluruh kekosongan.

Namun, Yusuf menegaskan tidak akan terburu-buru. Pemetaan tetap dilakukan secara cermat agar penempatan kepala sekolah sesuai kebutuhan sekolah, sekaligus membuka ruang promosi untuk memenuhi kebutuhan pengawas.

Editor : Marthadi
#pengawasan sekolah #SD dan SMP Mataram #Bakal Calon Kepala Sekolah #Kekosongan Kepala Sekolah #kepala sekolah di Mataram #Pengawas sekolah Mataram #BCKS #mutasi kepala sekolah #kualitas pendidikan Mataram #Disdik Mataram