alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Martawang Disidang Bawaslu

MATARAM-Asisten I Setda Mataram Lalu Martawang memenuhi undangan Bawaslu Mataram untuk melakukan klarifikasi, kemarin. Klarifikasi itu terkait laporan masyarakat atas dugaan sikap tidak netral dalam pemilu sebagai ASN.

Pantauan koran ini, Martawang tiba di kantor Bawaslu Mataram pukul 13.30 Wita. Dia lantas dimintai klarifikasi oleh Ketua Bawaslu Mataram Hasan Basri didampingi Komisioner Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Sengketa Dewi Asmawardhani.

Kepada wartawan usai dimintai klarifikasi, Martawang menjelaskan dirinya hadir memberikan klarifikasi terkait berita yang menyebar beberapa hari terakhir. ”Saya apresiasi Bawaslu yang sudah melakukan klarifikasi kepada saya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Miq Aweng ini berharap seluruh pihak untuk mendudukkan persoalan pada posisi yang sebenarnya terjadi. Dengan tidak menambah dan mengurangi. Menurutnya, jika dilihat hanya dari foto, bukan berdasarkan kejadian sesungguhnya maka akan tersesat. ”Semua sudah saya klarifikasi tadi. Foto itu diambil saat saya berulang tahun pada 23 Januari 2019. Tidak ada kaitannya dengan pilpres atau pileg. Itu hanya untuk seru-seruan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Mataram Hasan Basri mengatakan meskipun sudah memintai klarifikasi terlapor, namun Bawaslu masih belum bisa memutuskan apakah laporan masyarakat ini bisa ditindaklanjuti sebagai pelanggaran. Pihaknya masih membutuhkan keterangan lagi. Seperti dari saksi lainnya dan orang-orang yang ada dalam foto yang menjadi bahan laporan dari pelapor. ”Pelapor dan saksi hanya mengenal Lalu Martawang dan dilaporkan. Tapi kami tetap akan memanggil pihak lainnya yang ada dalam foto untuk diklarifikasi,” jelasnya.

Sebelum meminta klarifikasi terlapor, Bawaslu sudah memintai klarifikasi pelapor dan saksi. Komisioner Bawaslu Mataram Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Sengketa (HPPS) Dewi Asmawardhani menambahkan selama masa kampanye, Bawaslu sudah menangani enam kasus dugaan pelanggaran.

Terdiri dari empat kasus yang menjadi temuan langsung Bawaslu Mataram dan Panwaslu Kecamatan. Sedangkan dua kasus lainnya merupakan laporan dari masyarakat. Empat kasus yang seluruhnya temuan Bawaslu sudah ditindaklanjuti.

Yang pertama kasus yang melibatkan calon DPD RI Dapil NTB dan oknum PNS. Temuan ini sudah dinaikkan ke sentra Gakkumdu. Namun pada pembahasan kedua di Gakkumdu diputuskan tidak memenuhi unsur. ”Untuk PNS yang terlibat kita sudah rekomendasikan ke KASN pada November 2018 lalu,” katanya.

Temuan yang kedua terkait salah seorang kepala lingkungan di Kecamatan Ampenan. Kaling tersebut mengimbau masyarakat mendukung salah satu peserta pemilu di tempat ibadah. ”Temuan kedua ini juga sudah dinaikkan ke sentra Gakkumdu tetapi tidak memenuhi unsur sehingga dihentikan,” imbuhnya.

Yang ketiga adalah temuan terkait salah satu kaling di Kecamatan Ampenan yang mengkampanyekan salah satu peserta pemilu dengan cara menempelkan foto dirinya beserta jabatannya sebagai kaling di baliho peserta pemilu. ”Dua kaling ini sudah ditindaklanjuti ke pemkot. Karena ada perda yang mengharuskan kaling netral dalam pemilu,” tandasnya.

Temuan keempat adalah kampanye di media sosial yang dilakukan salah seorang tenaga honorer. Yang bersangkutan melakukan kampanye bagi keluarganya.

Perempuan berjilbab ini melanjutkan untuk dua laporan masyarakat yang masuk ke  Bawaslu Mataram terdiri dari dugaan money politic dan dugaan tidak netralnya oknum ASN Pemkot Mataram. ”Dua-duanya sedang berproses dan belum ada keputusan. Minggu ini ada pembahasan kedua untuk menentukan apakah bisa dilanjutkan atau tidak,” pungkasnya. (puj/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks