alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

HBK Gelar Nobar Wayang Lalu Nasib di Lombok Barat

GIRI MENANG-Sukses menggelar nonton bareng Wayang Kulit bersama H Lalu Nasib di Tanjung, Lombok Utara akhir pekan lalu, kini H Bambang Kristiono (HBK) akan menggelar hal serupa Lombok Barat. Tepatnya di Lapangan Desa Dasan Tapen, Gerung, Sabt (2/3).

Salah satu tujuannya adalah menjaga Wayang Kulit Sasak, yang belakangan eksistensinya terus tergerus zaman. ”Wayang Sasak dapat menjadi basis pembelajaran dan pengembangan karakter sebagai pertahanan moral generasi muda kita,” kata Sekjen Majelis Pemangku Adat Nusantara Raya (Mapan Raya) Lalu Pharmanegara, kemarin.

Aspek lainnya adalah, warisan pengetahuan tentang filsafat,  humaniora, psikologi, dan daya budi. Wayang Sasak juga dapat menjadi pustaka dan panduan moral bagi pola hubungan kemanusiaan yang baik, untuk dapat diproyeksikan diera milenial ini. ”Wayang Sasak adalah wajah keagungan kebudayaan,” katanya.

Ia menekankan, kekuatan Wayang Sasak sebenarnya terletak pada kontennya yang tak lekang oleh waktu. ”Wayang ini memiliki kemampuannya yang luwes untuk memadukan falsafah India, falsafah Islam, dan falsafah Nusantara dalam suatu sajian seni,” ujarnya.

Lebih dari itu, papar Lalu Parma, Wayang Sasak adalah sekolah terbuka bagi masyarakat Lombok. ”Ini bukanlah seni yang jauh kenyataan hidup, namun ia bisa sangat dekat, bahkan dapat merasakan detak kegelisahan yang sedang terjadi pada masyarakat penontonnya,” katanya.

Sementara itu, pegiat seni budaya yang juga pengamat budaya Lombok H Ahmad JD menjelaskan untuk mempertahankan eksistensi Wayang Kulit di Lombok, para dalang harus piawai menyelaraskan kisah pewayangan. Apa  yang mereka bawa harus sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan modern abad ini.

Ini seperti Wayang Hybrid, atau wayang kulit yang kisah pewayangannya sudah dikreasikan dengan situasi kekinian. ”Wayang Hybrid di Lombok menggunakan cerita-cerita panji purwa yang sudah dipersingkat. Ini seni menyelaraskan pertumbuhan dunia saat ini dengan sikap dan rumusan dalang,” katanya.

Dijelaskan, eksistensi Wayang Kulit di Lombok masuk pada abad 14-15, dipengaruhi budaya Jawa. Wayang juga menjadi sarana dakwah Islam bermula di sini. Pagelaran wayang zaman dulu menjadi wahana efektif untuk bisa mengumpulkan masyarakat. ”Selain untuk menjadi sarana pendidikan masyarakat, wayang dulu juga menjadi sarana pendidikan kepemimpinan,” ungkapnya.

Dia sangat mengapresiasi upaya HBK turut melestarikan wayang ini. ”Masih ada unsur achievment, ketahanannya masih diperlukan, sebagai sarana yang efektif untuk edukasi, selain melestraikan budaya itu sendiri,” katanya.

Potensi Wayang Kulit Sasak sebagai sarana edukasi dan sosialisasi inilah yang membuat HBK mengadakan seri nonton bareng Wayang Kulit Lalu Nasib. Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Gerindra ini berupaya melestarikan budaya dan membangkitkan nostalgia akan wayang kulit. Ada enam  lokasi yang sejatinya menjadi sasaran pementasan. ”Nobar Wayang Kulit Lalu Nasib ini untuk menggali budaya leluhur yang telah diwariskan, itu tak boleh punah. Generasi kini harus ikut menjaga keberadaan Wayang Sasak ini,” kata HBK.

Melalui pagelaran wayang ini HBK juga ingin menyampaikan pesan dan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian untuk terus

Dikembangkan. ”Termasuk juga pesan tentang penyelenggaraan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat,” pungkas caleg DPR RI nomor satu Dapil NTB II itu. (yuk/r4/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks