alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Demokrat NTB Segera Bayar Nazar

MATARAM-Putusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI yang menolak pendaftaran Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), disambut suka cita dan rasa syukur mendalam kader Demokrat pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di NTB. Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri mengapresiasi putusan pemerintah. “Saya apresiasi pemerintah yang sudah mengambil keputusan yang tepat, adil, dan benar-benar menegakkan aturan,” katanya, Rabu (31/3/2021).

Mahally juga memuji pemerintah telah tegas mengandaskan upaya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merebut Partai Demokrat. “Keputusan pemerintah menolak KLB abal-abal adalah bukti pemerintah punya komitmen yang kuat dalam menyelamatkan dan menjaga demokrasi,” serunya.

Mahally lantas memoar lagi janjinya bila pemerintah menolak KLB Demokrat. “DPD Demokrat NTB akan segera membayar nazar berupa mengadakan syukuran dan jamuan di kantor DPP Demokrat dengan menghidangkan 200 ekor ayam Taliwang dan 2021 tusuk sate Rembiga,” ungkapnya.

Janji itu dipastikan segera ditunaikan, sekaligus bentuk keberpihakan pada UMKM. “Kami ingin UMKM ikut merasakan berkah dari perjuangan partai Demokrat melawan pembegal partai,” serunya.

Sementara untuk waktu pasti pelaksaan membayar Nazar, Mahally masih harus berkoordinasi dengan DPP. “Masih kami komunikasikan dengan DPP khususnya Mas AHY selaku ketua umum,” ujarnya.

Sementara ancamannya pada pihak luar yang membawa-bawa Demokrat ditegaskannya tak kendor. “Mengenai oknum yang mengatasnamakan DPD hadir dalam KLB, tetap kami laporkan ke kepolisian sebagai bahan pembelajaran, untuk tegaknya hukum dan supaya memberi efek jera agar tidak latah mempermainkan aturan,” tegasnya.

Lalu untuk kader Demokrat atas nama Fathurrahman di Loteng, Mahally juga tetap akan memberikan sanksi tegas. “Yang bersangkutan kita pecat dari keanggotaan partai dan saat ini pemecatannya sedang berproses di DPP,” pungkasnya.

Anggota Fraksi Demokrat NTB H Abdul Rauf menyambut gembira putusan Kemenkumham RI. Bahkan jauh-jauh hari dia mengaku yakin pemerintah akan menganulir permohonan KLB Demokrat. “Sebanyak 95 persen DPC dan DPD se Indonesia menandatangani kesetiaan di hadapan notaris,” terangnya.

Rauf mengatakan keyakinan para kader di NTB bahwa KLB Demokrat akan ditolak, terlihat dari aksi simbolik mereka beberapa waktu lalu. “Sejak awal saya, Pak Mahally (dan pengurus lain) sampai cukur rambut,” kenangnya.

Tragedi perebutan Demokrat yang gagal ini, juga dinilai telah membangkitkan semangat dan militansi kader semakin solid memenangkan Demokrat di pemilu 2024. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks