alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Seberapa Laku, Wacana Pasangan Anies-Puan di NTB?

MATARAM-Kader PDIP menunjukkan respons tak bisa begitu isu duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPR RI Puan Maharani muncul ke publik.

Dari tingkat Sekjen hingga pengurus di tingkat daerah, rata-rata memberi respons positif yang bernada mendukung.

Anies-Puan dianggap memiliki konektivitas hingga dapat menyeimbangkan polarisasi politik yang sedemikian tajam di negeri ini. Antara faksi politik yang berhaluan kanan atau agamis dengan faksi politik yang berhaluan kiri atau nasionalis.

Muncul pertanyaan, seberapa laris paket Anies-Puan, kalau ‘dijual’ di NTB?

“Anies memang mendapat dukungan dari Islam kontemporer dan perkotaan,” kata Pengamat Politik UIN Mataram, Agus, Selasa (29/3).

Tetapi yang menjadi persoalan lanjut Agus, karakteristik pemilih di NTB didominasi pemilih agamis dengan kultur tradisional.

“Islam NTB masih kuat Islam tradisional,” imbuhnya.

Sebagai contoh penempatan tokoh agama seperti Tuan Guru yang sangat sentral dalam mengisi peran sebagai patron agama dan sosial.

Pemilih akan masih sangat mudah dipengaruhi oleh apa yang dianggap masyakat awam sebagai “kebijaksanaan” para tokoh itu. Banyak publik di NTB yang belum mampu secara mandiri mengambil keputusan politik.

Baca Juga :  Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Sebagai Capres

Sehingga perlu referensi dengan menunggu arahan para tokoh yang dianggap memiliki wawasan agama dan sosial yang luas.

“Apakah Anies dapat masuk dan mempengaruhi keputusan para tokoh, itu yang masih perlu diuji,” ulasnya.

Sedangkan tokoh agama di NTB telah terafiliasi pada ormas keagamaan yang juga punya pandangan politik tersendiri. Seperti misalnya NU dan NW.

“Selanjutnya Puan masih terkendala kurang kuatnya basis PDIP di NTB,” imbuhnya.

Lebih-lebih permainan isu politik selama pemilu dan pilpres yang lalu masih membekas dan membangun stigma politik yang tak mudah terhapuskan dari benak publik yang kontra dengan PDIP.

Tetapi bukan berarti sama sekali tidak ada peluang pasangan ini diterima publik. Agus melihat, kesempatan itu masih ada, tetapi harus diikuti dengan kerja keras yang lama dan konsisten mengampanyekan dua tokoh ini.

“Melihat karakteristik kedua tokoh dan karakteristik sistem sosial NTB itu, maka Anies-Puan akan kuat di NTB hanya apabila didukung oleh Ormas NU atau NW bersama Tuan Gurunya,” ulasnya.

Memahami identitas dan karakteristik pemilih NTB ini sangat penting bagi Pasangan Calon (Paslon) Presiden/Wakil Presiden yang ingin mendulang suara besar di NTB.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar MPR, Nanang Samodra Juga Serap Aspirasi Masyarakat

“Kantong suara itu ada di pulau Lombok, di pulau ini mendiami 75 persen dari total DPT se NTB,” tekannya.

Di pulau Sumbawa mendiami 25 persen dari total DPT. “Boleh jadi Anies-Puan menang di Pulau Sumbawa karena pemilih PDIP di Sumbawa cukup kuat, tapi tetap saja lumbung suara ada di pulau Lombok,” pungkasnya.

Anies-Puan juga mendapat respons positif dari DPD PDIP NTB. Tak biasanya, respons itu begitu lues disampaikan, sebelum muncul pembicaraan tentang Puan berpeluang diusung di Pilpres 2024.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD PDIP NTB Raden Nuna Abriadi menyebut daerah memosisikan diri tegak lurus pada perintah DPP.

“Tetapi (Anies-Puan) ini memang sangat menarik,” kata politisi asal Lombok Utara itu.

Nuna melihat ada peluang merajut kembali keharmonisan anak bangsa dengan memadukan Anies-Puan di Pilpres.

“Potensi konflik horizontal karena tajamnya polarisasi politik selama ini, bisa kita rajut kembali, kemudian setelah itu kita tata ulang lagi sistem perpolitikan negeri ini,” kata Anggota DPRD NTB itu. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/