alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Bantuan JPS Gemilang Harus Sesuai Kebutuhan Warga Terdampak Korona

MATARAM-Kritik demi kritik terus menghalir dengan ide Pemprov NTB menyertakan minyak kayu putih/cengkih dalam Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. “Harusnya disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Anggota Komisi I Bidang Hukum, Pemerintahan, dan HAM DPRD NTB HM Rais Ishak.

Menurutnya Pemprov tidak boleh memaksakan kehendak dengan ide Minyak Kayu Putih/Cengkih yang urgensinya lemah.

Apalagi rencana itu diikuti rumor tak sedap. Ada oknum pengusaha dengan afiliasi ke partai tertentu dituding mau mengeruk keuntungan dari dana bencana.

“Merebak jadi isu tidak baik lebih-lebih dalam kondisi bencana,” imbunya.

Rais menyarankan Pemprov NTB berhati-hati membuat keputusan. “Jangan kemudian hal kecil lantas jadi hiruk-pikuk seakan-akan tidak bagus (JPS itu),” katanya memperingatkan.

Para pemburu keuntungan diingatkan tidak nekat utak-atik dana bencana. Prilaku mereka malah membuat citra JPS kental jadi ajang bancakan. “Jangan karena kepentingan sedikit menghilangkan nilai gerakan menangani covid itu sendiri,” ulasnya.

Apalagi saat ini pemprov tengah merasionalisasi anggaran secara besar-besaran. Pemprov diwanti-wanti berhati-hati menggunakannya.

Banyak yang menilai Minyak Kayu Putih/Cengkih urgensinya lemah. “Silakan lakukan kajian material atau item apa yang harus di dalam paket tetapi harus sesuai kebutuhan di masa wabah, kalau ada di luar itu kita miris,” sesal politisi Partai Demokrat itu.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyebut telah menegur pihak-pihak yang mencoba mengarahkan dana bencana untuk mengenyangkan kelompok tertentu. “Sudah saya tegur,” katanya.

Zul menginginkan dana pengadaan Minyak Kayu Putih/Cengkih berkisar Rp 1,155 miliar itu sepenuhnya untuk UKM binaan Pemprov NTB. “Kita ada UKM di bawah dinas kehutanan (ke sana arah anggarannya)” tegasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks