alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Pemilu 2024, H Muzihir Serius ikut Pilgub?

MATARAM-H Muzihir belakangan disebut-sebut disiapkan PPP untuk Nyalon Gubernur (Nyagub) di 2024. Tidak hanya didorong kader, Muzihir bahkan secara terang mengatakan membidik kursi Wakil Gubernur (Wagub).

“(Yang realistis) posisi nomor dua (Wagub),” kata Muzihir saat dikonfirmasi keseriusannya beberapa waktu lalu.

Muzihir juga mengungkapkan siap berpasangan dengan siapa pun. Selama mencerminkan keterwakilan wilayah dan yang penting secara elektoral membuka peluang kemenangan.

“Bisa Lombok-Sumbawa, bisa Lombok-Lombok, nanti kita lihat,” ungkapnya.

Ambisi wakil ketua DPRD NTB itu, disambut positif kader berlambang Ka’bah itu. Ketua DPC kabupaten Sumbawa Rusli Manawari bahkan menjamin totalitas kader di daerahnya memenangkan Muzihir di perhelatan politik 2024 nanti.

Namun seperti apa sebenarnya peluang Muzihir? Mengingat kandidat lain, tak kalah kuat figurnya untuk menyaingi Muzihir berebut kendaraan politik?

“Memang kalau kita lihat banyak sekali calon dimunculkan, mungkin karena melihat peluang dinamika politik 2024 nanti sangat dinamis. Ada petahana, deretan mantan kepala daerah, kemudian sejumlah kepala daerah saat ini, termasuk kita dengar nama Muzihir,” kata pengamat Politik UIN Mataram Ihsan Hamid.

Lalu ada juga figur-figur yang ‘dikarbitkan’. “Padahal secara peluang, kecil sekali,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mahally Fikri : Buat Apa Interpelasi?

Berjibunnya kandidat Gubernur yang didorong tampil dinilai belum sepenuhnya dapat diartikan mereka pasti kantongi tiket. “Ya saya kira semacam test the water atau tes ombak-lah,” imbuhnya.

Hanya saja antara calon karbitan dengan yang memang dimunculkan oleh partai secara skors tidak bisa disamakan. Seperti nama Muzihir yang terus didorong kader untuk tampil.

“Paling tidak Muzihir bisa kita sebut telah mengantongi (separo) tiket,” nilainya.

Posisi Muzihir sebagai ketua partai dinilai bukan sekadar tengah mengumbar kata atau imajinasi kosong. “Dalam tradisi partai itu, kalau ada kader yang mau maju pasti diberi karpet merah, dengan kala lain kalau Muzihir memang serius mau maju, peluang itu tentu ada,” katanya.

Secara basis elektoral, Muzihir disebut bukan perwakilan figur daerah yang memiliki basis masa besar. “Tetapi di era perpolitikan kita saat ini, saat masyarakat kita suaranya masih mudah dipengaruhi logistik, saya kira peluang tetap terbuka,” ulasnya.

Sehingga pertanyaan untuk Muzihir bergeser, bukan lagi seberapa besar peluangnya, tetapi seberapa serius Muzihir berencana tampil.

“Kalau memang dia serius, seharusnya dia telah mulai mempersiapkan diri dari sekarang, bukan hanya sekadar lempar wacana, karena Pilkada kali ini beda dengan Pilkada sebelum-sebelumnya,” ulasnya.

Baca Juga :  Warga Masih Bandel, Dikes NTB : Bulan Mei Korona di NTB Bisa Melonjak Tajam!

Ihsan melihat bila para kandidat start, jelang pemilihan maka kampanye berpeluang tidak efektif. Begitu juga logistik yang dikeluarkan berpotensi hambar untuk mempengaruhi pemilih.

“Ya karena memori pemilih akan dijejali oleh banyak calon di 2024, mulai calon Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota,” ujarnya.

Belum lagi banyak calon gubernur yang akan muncul, menggunakan ragam taktik dan strategi supaya mendapat tempat di hati pemilih. Dan, pikiran pemilih masih akan dijejali dengan calon bupati/wali kota yang juga akan dipilih di waktu bersamaan.

“Kalau jurusnya tidak betul-betul istimewa, orang bisa cepat melupakannya,” ulasnya.

Desain pemilu dan Pilkada serentak akan membuat pemilih cenderung tak gampang memilih seseorang. Kecuali strateginya benar-benar berbeda dan istimewa

“Sehingga agar strateginya tidak hambar, salah satu caranya, harus ada keberanian mengambil start lebih dahulu, mulai sekarang, itu pun kalau Muzihir dan figur lain serius,” pungkasnya. (zad/r2)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/