alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Disurati Kepala Brida, Dewan NTB Ramai-Ramai Interupsi

MATARAM–Surat masuk dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB dihujani interupsi anggota dewan provinsi. Surat tersebut sebelumnya dibacakan sekretaris dewan  pada rapat paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap usulan Rancangan Peraturan DPRD (Kode Etik dan Tata Beracara), di ruang sidang DPRD NTB, Senin (1/8/2022).

Interupsi dilakukan karena surat masuk itu dianggap tidak sesuai. Dewan menilai minimal yang harus bersurat adalah kepala daerah atau sekretaris daerah selalu TAPD. Bukan atas nama OPD itu sendiri.

Anggota Fraksi Golkar DPRD NTB H Achmad Puaddi mengatakan, surat masuk tersebut harus dikaji dan dianalisa sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Ketua Komisi IV DPRD NTB ini berharap, agar itu disampaikan untuk ditanggapi oleh pimpinan sidang. Terkait maksud dan tujuan dari surat masuk ini agar tidak menimbulkan persepsi yang bias.

Interupsi pun disambung Anggota Fraksi Golkar lainnya Abdul Hafid. Ia mengingatkan bahwa penjelasan pimpinan sidang tentang surat masuk dari Brida, menurut kajiannya yakni dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 sangat keliru dan fatal sebab meminta sebagai mitra.

“Pak, pemerintahan daerah itu adalah kepala daerah dan DPRD, dia langsung secara otomatis mempunyai kemitraan dan tupoksi masing-masing. Kalau Brida memasukkan surat ke DPRD dan dibacakan oleh saudara Sekwan merusak tatanan,” tegasnya.

Baca Juga :  Adu Lobi Demi Kursi Pimpinan Dewan DPRD NTB

“Aturannya OPD itu di bawah kepala daerah yang diketuai Sekda selaku TAPD. Pertanyaannya saya, ada apa OPD menyurati DPRD NTB? Kalau yang menyurati itu kan kepala daerah minimal sekda, ini menyimpang dari SOP penyelenggaraan pemerintah daerah. Jangan sembarang memberikan izin,” tambahnya dengan nada berapi-api.

Sementara itu, anggota Fraksi Demokrat DPRD NTB Abdul Rauf menjelaskan, adanya surat masuk dari Brida ini bermula dari adanya kemungkinan dua opsi yang harus dipilih oleh Brida untuk menjadi mitra.

Mengingat, ada satu bagian kewenangan yang diurus yaitu beasiswa atau pendidikan serta pengembangan ekonomi. Sehingga pihaknya menyarankan agar meminta persetujuan pimpinan untuk dibahas supaya dimasukkan dalam mitra komisi yang tepat.

“Kami dari komisi II pada saat itu menyarankan untuk bersurat, supaya kita bisa bahas dan masuk dalam tatib kita,” imbuh Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB ini.

H Jamhur selaku anggota Fraksi PKB pun ikut menyusul interupsi. Ia mempertanyakan, mengapa Brida harus meminta menjadi mitra Komisi II.

“Ada apa. Pimpinan harus betul-betul waspadalah terhadap surat-surat seperti ini ya. Artinya apa ini, sudah jelas tupoksi komisi lima itu kalau berbicara tentang Brida,” ucapnya.

Baca Juga :  PKS Buka Peluang Gandeng PDIP di Pilbup Loteng

Menanggapi interupsi ini, pimpinan sidang H Muzihir akan merespons dan menindaklanjuti dalam rapat pimpinan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Dalam pasal 73 memang telah diatur tentang perindustrian. Karena ini adalah OPD baru,” kata Muzihir.

Terpisah, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan yang terbaik sehingga tidak menimbulkan persoalan.

“Begitu selesai dibacakan, feeling (dugaan, red) saya sudah itu karena substansinya atau apapun substansinya tetapi prosedurnya mungkin sekda yang tanda tangan. Ya nanti kami akan lakukan pembinaan internal. Sekda yang harusnya bersurat,” pungkasnya.

Kepala Brida NTB H Wirawan Ahmad mengatakan, surat tersebut disampaikan dalam rangka merespons secara cepat inisiatif kemitraan dari Komisi II DPRD NTB. Mengingat Brida adalah lembaga inkubator yang memiliki tugas untuk mengkatalisasi atau mempercepat pengembangan usaha masyarakat melalui berbagai inovasi dalam menopang industrialisasi di NTB.

“Kalau pengembangan SDM kan di Komisi V, sedangkan soal pengembangan UMKM ini di Komisi II. Nah soal surat yang langsung dari kami ini, saya akui salah juga. Kami juga tidak mengetahui bahwa akan dibacakan langsung dalam paripurna,” pungkasnya. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/