alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Bantu Lansia Tak Mampu, Selly-Manan Luncurkan Program RANTANG SALAM

Calon Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan benar-benar pemimpin yang melayani dengan hati. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera ini meluncurkan program “RANTANG SALAM”. Sebuah aksi kemanusiaan yang memuliakan para Lansia dengan memberi makanan gratis setiap hari di enam kecamatan Kota Mataram.

—————————————————————————

 

LAUNCHING program “RANTANG SALAM” digelar di Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, kemarin (1/9). Makanan tersebut dikemas dalam rantang makanan higienis berwarna hijau. Rantang tersebut berisi menu makanan lengkap, lalu diantarkan langsung ke rumah para Lansia tidak mampu yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Mataram.

Relawan pasangan Selly-Manan menyiapkan ojek online untuk mengantarkan makanan tersebut. Akan begitu seterusnya untuk setiap hari. Kemarin makanan tersebut di antar ke sejumlah keluarahan seperti Pejeruk, Jempong, Jempong Baru, Taman Sari, Banjar, dan Dayen Peken. Tiap rantang makanan telah bertuliskan nama dengan alamat lengkap Lansia yang dituju.

“Ini salah satu program untuk kesejahteraan masyarakat. Terutama masyarakat Lansia 70 tahun dan merupakan keluarga prasejahtera,” kata Hajjah Selly di sela launching program ini.

Kecamatan Ampenan dipilih sebagai lokasi launching, rupanya lantaran di setiap kelurahan di Ampenan, masih ditemukan masyarakat yang hidupnya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Usai launching, Selly memang menemui langsung salah seorang Lansia yang mendapatkan “RANTANG SALAM” ini. Lansia tersebut bernama Inaq Ili. Tinggal di Kampung Banjar. Kondisi rumahnya begitu memprihatinkan. Tinggal di rumah yang benar-benar tidak layak huni.

AKSI KEMANUSIAAN: Inaq Ili yang terbaring lemah di pembaringan berucap syukur tiada henti manakala menerima kiriman makanan dari program RANTANG SALAM, kemarin.

Kondisi kesehatan Inaq Ili juga memprihatinkan. Perempuan tersebut hanya tergolek di selembar kasur tipis di dalam ruangan yang pengap dan gelap. Membutuhkan pencahayaan terus menerus dari satu bola lampu meski siang hari.

Sungguh Inaq Ili tak menyangka, bahwa kemarin, dia akan mendapat kejutan yang menyenangkan. Di tengah ketidakberdayaannya, dia menunjukkan ekspresi wujud rasa syukur tiada tara.

Mendapati kondisi Inaq Ili seperti ini, Hajjah Selly benar-benar tidak bisa berkata-kata. Hatinya pedih. Matanya sembab. Terlihat betul, Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 tersebut membendung tangis.

Menurut dia, ada yang tidak berjalan dalam sistem pemerintahan di Kota Mataram. Sehingga masih ada warga seperti Inaq Ili. Pasti telah terjadi kekeliruan pendataan. Dan kondisi tersebut tidak hanya menimpa Inaq Ili. Melainkan menimpa banyak Lansia lain di Mataram.

“Padahal kita tahu selama ini ada program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk mewujudkan hunian layak huni untuk masyarakat tidak mampu,” katanya.

Nyatanya, di Kelurahan Banjar, yang begitu dekat dengan jantung pemerintahan, banyak ditemukan warga yang masih tinggal di tempat yang tidak layak seperti Inaq Ili.

RUMAH KUMUH: Jika Selly-Manan diberi amanah memimpin Kota Mataram, tidak akan ada lagi rumah kumuh di Ibu Kota provinsi.

Karena itu dia menegaskan, manakala Selly-Manan diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kota Mataram, maka tidak akan ada lagi rumah kumuh seperti tempat tinggal Inaq Ili.

“Ini bukan sekadar janji. Tapi ini adalah program nyata. Karena kami berdua bertekad menjadi pemimpin yang amanah di dunia dan akhirat,” kata Hajjah Selly.

Dia menegaskan, dirinya ingin masyarakat Mataram berbahagia karena pemimpinnya adalah pelayan masyarakat. Bukan pemimpin yang hanya duduk di kursi emas. Bukan pemimpin yang hanya mau diagung-agungkan tapi setiap hari masyarakatnya justru penuh dengan kekurangan. Hidupnya begitu timpang.

Hajjah Selly menegaskan, program Mataram Berkah dan Cemerlang yang disiapkan Selly-Manan bukanlah janji kosong. Tapi program nyata untuk masyarakat. Bukan pula janji politik. Namun, ikhtiar nyata yang sudah dilakukan.

Ditegaskannya, dirinya adalah birokrat. Bukan politisi. Karena itu, Hajjah Selly bertekad membawa jalan politik yang kini ditempuhnya ke jalan jalan yang lurus. Bukan politik dengan janji-janji kosong.

“Jangan janji melulu sekian tahun. Tapi kenyataannya malah sampai hari ini setelah sekian tahun kenyataannya malah kosong,” tandasnya.

 

Ekonomi Pro Rakyat

Program “RANTANG SALAM” sendiri akan dilakukan merata di enam kecamatan. Basis pendataan program ini melibatkan para Ketua RT di setiap lingkungan. Sehingga mereka yang menerima program ini benar-benar yang berhak.

Dalam hal ini, nantinya jika Selly-Manan memimpin Kota Mataram, maka setiap Ketua RT akan mendapatkan insentif. Akan mendapatkan reward dari pemerintah. Karena mereka menjadi ujung tombak pendataan yang benar.

Di sisi lain, program “RANTANG SALAM” ini juga merupakan program ekonomi yang pro rakyat. Sebab melibatkan transportasi ojek online. Kebetulan kata Selly, para ojek online tersebut juga memiliki motto “Salam Satu Aspal”.

“Ini tepat sekali dengan program ke masyarakat yang kami siapkan,” katanya.

Makanan untuk “RANTANG SALAM” juga dipesan di warung-warung makan milik masyarakat. Sehingga menggairahkan ekonomi masyarakat lapisan bawah. Warung yang terlibat pun akan berbeda setiap hari. Dengan begitu, menu makanan pun bervariasi. Namun dipastikan memenuhi standar gizi dan juga higienitasnya.

EKONOMI PRO RAKYAT: Program RANTANG SALAM melibatkan warung makan milik warga sehingga akan menggerakkan ekonomi rakyat lapisan bawah.

Di sisi lain, nantinya para Lansia ini juga akan mendapat layanan program kesehatan gratis. Puskesmas di Kota Mataram nantinya akan disiapkan menjadi ujung tombak layanan kesehatan bagi para lansia tersebut. Antara lain dengan memastikan setiap puskesmas memiliki ambulans lengkap. Ambulans itu akan rutin turun ke masyarakat. Sehingga bukan hanya berada di garasi puskesmas terus menerus.

“Kita siapkan layanan kesehatan yang benar-benar paripurna,” tandas Hajjah Selly.

Dia menegaskan kembali, bahwa Selly-Manan tidak akan membiarkan ada masyarakat Kota Mataram yang hidupnya memprihatinkan. “Masyarakta Kota Mataram sudah cerdas. Nggak bisa diajak main-main lagi. Ini masalah nyawa manusia,” tandasnya.

Kota Mataram memang butuh pemimpin dengan aksi nyata yang melayani dengan hati dan cinta. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks