alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

MATARAM–Enam kursi membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sangat diminati di Lombok Tengah (Loteng). Mesin politiknya terbukti ampuh meloloskan kader duduk di kursi DPRD.

Banyak figur luar kepincut meminang dukungan politik PKB. Partai yang lahir dari rahim NU ini dilihat sebagai kendaraan politik yang tangguh. Serta berpeluang besar membawa figur yang diusung duduk di kursi bupati.

Tapi sebelum ditawarkan ke luar, PKB faktanya punya figur potensial diusung. Salah satunya HL Pelita Putra.

“Jujur saja, saya sedang tunggu restu ibu untuk maju,” tegas Pelita.

Pria yang kini duduk sebagai anggota DPRD NTB ini bahkan tak segan kehilangan jabatan. Risiko bertarung apapun siap ia tanggung. Namun restu itu nampaknya tak kunjung tiba. Sehingga sampai saat ini ia masih patuh menahan diri.

“Sekuat apapun lawan akan saya hadapi bila ibu merestui, tapi selemah apapun lawan bila ibu tak merestui saya tidak akan maju,” terangnya.

Piangan politik baik secara figur atau kepartaian pun masih digantung. Pelita meminta semua pihak bersabar, sambil terus mengamati perkembangan politik di Loteng. Ia meyakini kesabaran jauh lebih baik hasilnya daripada terburu-buru dalam memutuskan kepentingan politik.

“Yang jelas PKB tetap akan mengutamakan kader sendiri bila ada yang maju,” terang ketua DPC PKB Loteng ini.

Sekalipun dekat dengan NU, Pelita mengatakan PKB tetap konsisten pada aturan partai. Lebih mengutamakan kader partai lebih dahulu. Figur luar yang tertarik mengunakan PKB harus tunduk dan patuh pada mekanisme yang ada. Terutama dalam mengikuti proses penjaringan nanti.

“Mau presiden kalau minta didukung PKB ya harus tunduk pada aturan partai,” cetusnya.

Menurutnya prioritas tetap diberikan pada kader partai. Baru kemudian kesempatan diberikan pada figur luar. Adanya keistimewaan ini diharapkan dapat memotivasi figur-figur internal untuk lebih berani tampil dan mengambil kesempatan emas ini.

“Ya mungkin itu aspirasi masyarakat,” ujarnya menanggapi fotonya yang disandingkan dengan Humaidi.

Namun, ia tak menampik peluang berkoalisi dengan Partai Golkar terbuka lebar. Bagaimanapun PKB tidak bisa sendirian mengusung pasangan calon. Partai ini butuh empat kursi lagi untuk bisa mengamankan paslon yang diusung lolos proses pendaftaran.

Bila koalisi dengan Golkar yang meraih tujuh kursi bisa tercapai maka tiket Pilbup sudah pasti dikantongi.

“Ya memang ada bebrapa figur yang sudah ajak bicara, tapi nanti kita lihat saat ini situasinya masih sangat cair,” tandasnya.

Selain Pelita, figur lain yang juga sangat berharap dukungan PKB yakni dari kalangan tokoh NU, salah satunya HL Aksar Ansori. Mantan Ketua KPU NTB ini bahkan mengaku telah melakukan pembicaraan dengan para petinggi partai.

Sekalipun belum sampai pada kesepakatan politik namun Aksar menegaskan dirinya siap mengikuti mekanisme partai yang ada.

“PKB dan PPP,” kata Aksar. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks