alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Komen di Facebook, PDIP Kota Mataram Laporkan Warga ke Polisi

Warga Diminta Bijak Bermedia Sosial

MATARAM-Intrik politik di masa kampanye Pilkada Kota Mataram mulai terjadi. Ditandai dengan laporan kepolisian yang dilakukan pengurus DPD PDI NTB bersama DPC PDI Kota Mataram atas dugaan penghinaan, hoax, dan ujaran kebencian pemilik akun media sosial di sebuah grup facebook diskusi politik.

“Pengurus DPC bersama DPD sudah melapor ke Polda NTB beberapa hari lalu. Kaitannya dengan dugaan ujaran kebencian, adu domba, dan hoax,” jelas Ketua DPC PDIP Kota Mataram Made Selamet kepada Lombok Post, kemarin (1/10).

DPC PDIP Kota Mataram yang diwakili Wakil Ketua Wayan Wardana datang ke Polda NTB bersama perwakilan DPD PDI NTB Lalu Budi. Langkah hukum terpaksa diambil pengurus partai berlogo banteng ini untuk memberikan pelajaran dan efek jera bagi pengguna media sosial.

Ucapan atau status yang berbau provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian ditegaskannya tidak bagus dan bisa merusak iklim Pilkada. Terlebih itu diposting di grup yang notabenenya dilihat banyak orang.

“Calon wali kota dihujat, partai kami difitnah, provokasi, dan hoax. Daripada massa simpatisan, relawan atau anggota partai yang bergerak, itu bisa mengganggu kondusivitas daerah. Maka kami lebih memilih mengambil jalur hukum,” paparnya.

Jika sekadar diskusi atau debat, partai menurutnya bisa memaklumi itu bagian dari dinamika Pilkada. Namun dua orang pemilik akun media sosial dinilai sudah keterlaluan. Karena pihak yang dihina tidak hanya partai, tetapi figur dan memuat konten fitnah.

Meski banyak pihak yang kemudian menyayangkan pelaporan yang dilakukan PDIP, namun Selamet menilai langkah ini harus diambil demi kebaikan bersama. “Daripada persoalannya diselesaikan di jalanan, lebih panjang nanti urusannya,” kata dia.

Sehingga, tujuan pelaporan menurutnya adalah memberikan pelajaran bagi pengguna media sosial. Agar lebih bijak dan berhati-hati dalam membuat tulisan atau postingan yang bisa merugikan orang lain. “Silakan gunakan media sosial untuk kebaikan. Agar kita sama-sama menjaga situasi Pilkada,” kata dia.

Terpisah, Kepala Bakesbangpol Kota Mataram H Rudi Suryawan mengaku belum menerima informasi adanya aksi pelaporan akibat diskusi di media sosial. Namun jika pelaporan sudah dilakukan ke pihak kepolisian, maka itu langsung menjadi kewenangan aparat keamanan.

“Makanya kami berharap dan mengimbau tim pemenangan, simpatisan dan relawan tidak berperang di medsos. Ini bisa memicu konflik,” imbaunya.

Berawal dari postingan atau tulisan di media sosial, itu kemudian berdampak menyebabkan ketersinggungan. Sehingga tak jarang akibat media sosial bisa menimbulkan konflik sosial di dunia nyata atau kehidupan sehari-sehari. “Kita ini mau Pilkada damai dan aman, maka harus bisa jaga diri,” pintanya.

Kontrol dari masing-masing pasangan calon juga sangat dibutuhkan. Agar simpatisan, relawan atau tim pemenangan tidak saling membuat ketersinggungan dengan calon lain. Baik di media sosial atau pun di kehidupan sehari-hari. (ton/r3)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks