alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Jelang Pilwali Mataram, Elektabilitas Mohan-Mujib Belum Terkejar

MATARAM-Laboratorium Sosiologi (LabSosio) Program Studi Sosiologi Universitas Mataram (Unram) menggelar survei popularitas dan elektabilitas Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Kota Mataram.

Teknis survei secara online dengan menyebar Google form. Hasil yang diperoleh seperti yang terlihat dalam grafis. Pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman belum terkejar. Mereka unggul dengan 53,1 persen disusul pasangan Hj Selly Andayani-TGH Abdul manan dengan 19,2 persen. HL Makmur Said-Badruttamam Ahda di periingkat ketiga dengan 10,8 disusu pendatang baru Baihaqi-Diyah ganefi dengan 4,8 persen.

Tetapi yang menarik tim peneliti dari LabSosio Unram memberikan disclaimer. “Kami akui masih banyak kelemahan dan banyak bias,” ungkap Tim Survei LabSosio Unram Dr Moh Taqiuddin, Kamis (2/7).

Hal ini karena form itu memungkinkan seseorang mengisi berulang kali. Begitupun terkait penyebaran form memungkinkan dimobilisasi ke grup-grup Bapaslon tertentu.

Sehingga hasil itu dianggap belum sempurna merepresentasikan suara masyarakat ibu kota. “Tapi niatan kami (adakan survei) ini untuk membangun atau me-warning timses silakan bekerja di udarakah di daratkah dengan lebih maksimal,” ulasnya.

Hasil survei elektabilitas memperlihatkan tim sukses (timses) Mohan-Mujib lebih militan menyebarkan form dukungan. Sehingga Mohan-Mujib meraih elektabilitas tertinggi dibanding Bapaslon lain.

Form virtual disebar secara tidak merata. Dari sebaran responden terlihat form virtual paling banyak diisi di Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Selaparang dengan 20,8 persen form. Disusul Mataram dan Sekarbela 19,8 persen.

Di Sandubaya sebaran form 11,5 persen dan Cakranegara 7,3 persen. “Ya kami ingin menyesuaikan teknis survei dengan kondisi pandemi,” imbuhnya.

Taqiuddin kembali menekankan hasil survei ini, lebih sebagai peringatan atas kerja tim. Terutama dalam memanfaatkan semua lini mensosialisasikan diri. “Kalau hasil angka ini cara kami membahasakan saja,” terangnya.

Total responden yang mengisi form sebanyak 671 orang. Tetapi tim LabSosio kemudian melakukan cleaning sehingga total responden yang diambil sebanyak 480 orang. Margin of error 4,5 persen dengan menggunakan formulasi Estock Navitte Cowan.

Tim LabSosio sudah berupaya mengantisipasi data ganda. “Kentara sekali memang seperti di Ampenan kami targetkan 100 responden tetapi yang mengisi sampai 168,” terangnya.

Tim LabSosio berjanji akan terus mengembangkan teknis pengumpulan data responden. “Nanti kita kembangkan agar form bisa diisi sekali oleh satu orang,” ulasnya.

Salah satunya misalnya dengan menyandingkan data ril dengan online. Sehingga hasil survei lebih akurat. “Kami saat ini ingin bicara bagaimana tim bekerja dan memanfaatkan sosial media,” tekannya.

Sementara itu, terkait hasil survei petahana yang melampaui golden number atau di atas 50 persen hal itu dinilai wajar. Dalam teori survei, petahana di manapun selalu elektabilitas di atas 30 persen. “Dan pendatang baru di bawah satu digit itu wajar,” ulasnya.

Bila ada petahana dengan hasil survei elektabiltias di bawah 30 persen, baru mengkhwatirkan. Namun demikian, Ketua Tim peneliti LabSosio Unram Azhri Evendi menggaris bawahi hasil survei itu tidak menitikberatkan pada keunggulan petahana.

Mengingat hal ini masih ada kaitannya dengan teknis survei. “Kita mengukur timses calon aktif atau tidak di masa korona ini jadi kami tidak membahas tentang (keunggulan) petahana,” tekannya.

Kepala Prodi Sosiologi Unram H Rosyiadi Sayuti mengatakan hasil survei popularitas dan ekeltabilitas paslon semua beriringan. Hal ini menunjukkan kerja tim efektif dalam membangun citra Bapaslon. “Sekalipun materi surveinya memang tidak mendalam,” ungkapnya.

Hal ini ada kaitannya dengan psikologi responden dalam menjawab setiap pertanyaan. Responden biasanya enggan mengisi form bila pertanyaan yang diajukan terlalu banyak. “Lebih dari lima menit biasanya orang malas ngisi, tetapi saya pastikan ini kurang dari lima menit,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Elektabilitas Bapaslon di Dunia Maya antara 12-26 Juni 2020

Bapaslon                                                     Elektabilitas (%)

H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman               53,1

Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan             19,2

HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda                  10,8

H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi                      4,8

H Mohan Roliskana-H Badruttamam Ahda               4,0

H Makmur Said-H Irzani                                        2,1

Belum Memutuskan atau Ragu-Ragu                     6,0

 

*) Sumber: LabSosio Unram

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks