alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Dewan Minta Warga Bersiap Tangkap Peluang Ekonomi MotoGP Mandalika

MATARAM-Belakangan muncul diskusi cukup ramai, tentang dampak  ekonomi dari perhelatan World Superbike (WSBK). Salah satu balapan motor terbesar sejagat itu, ada yang menilai belum ada dampak bagi daerah luar seperti pulau Sumbawa.

Hal ini pun ditanggapi Wakil Ketua DPRD NTB H Mori Hanafi.  “Yang pertama WSBK itu memang tidak bisa disandingkan dengan MotoGP (dengan dampak ekonomi yang lebih besar),” katanya, kemarin (1/12).

Tetapi walaupun WSBK event yang lebih kecil dari MotoGP, bukan berarti tidak ada pergerakan ekonomi signifikan di NTB. “Sebenarnya pergerakan ekonomi dari WSBK itu sudah lumayan, walaupun belum optimal,” imbuhnya.

Itu karena sampai saat ini masyarakat dunia masih dilanda trauma pandemi Covid-19. “Bukan cuma warga dunia yang takut, tetapi kita juga melakukan pengetatan syarat terhadap penonton yang datang,” katanya.

Walau begitu ancaman pandemi yang masih berlangsung dan syarat ekstraketat wisatawan yang datang tidak menihilkan dampak ekonomi. “Berbagai klub motor datang, menginap di hotel-hotel kita sampai hampir semua full booking,” tuturnya.

Baca Juga :  Depak Mori Hanafi, Dr Kadri: Gerindra Bakal Rugi Besar

Mereka yang datang merupakan orang-orang yang secara ekonomi berada di atas rata-rata. Berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah selama di NTB. “Mereka bukan orang susah, tetapi orang yang berduit,” imbuhnya lagi.

Peluang emas keekonomian itu ke depan akan terus mengalir. Dengan berbagai event yang akan digelar di Sirkuit Mandalika. Terutama event MotoGP yang akan digelar Maret 2022 mendatang. “Kita berdoa tahun depan semakin landai sehingga prediksi 150 ribu wisatawan selama satu minggu dapat terlampaui,” harapnya.

Kehadiran 150 ribu wisatawan Nusantara dan mancanegara itu akan menggerakkan ekonomi NTB secara signifikan. “Itu yang kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Kalaupun saat ini, ketika gelaran WSBK, beberapa daerah di NTB tidak merasakan secara langsung dampak ekonominya, buka berarti tidak ada dampak sama sekali. “Tetapi kan ada dampak tidak langsung, misalnya saat restoran di Mataram penuh, tentu kebutuhan bahan baku seperti bawang diambil dari daerah-daerah di NTB,” ulasnya.

Baca Juga :  Sudah Sah, Kini Mohan Lebih Leluasa Tata Golkar NTB

Mori juga optimis banyak wisatawan yang baru datang ke Lombok, NTB, saat gelaran WSBK kemarin, jatuh cinta pada keindahan alamnya. “Kita tidak pernah tahu, barangkali saja 10 persen (wisatawan SBK) pernah keliling sampai kawasan tiga gili di KLU,” ujarnya.

Walaupun pada akhirnya tidak menginap, tetapi kesan yang baik akan memiliki dampak jangka panjang. Mereka sangat mungkin bercerita pada keluarga dan temannya bahwa Lombok sangat indah. “Sehingga mereka kembali akan datang di waktu-waktu liburan mendatang, ini dampak jangka panjangnya bagi semua daerah di NTB,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/