alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Evi “Cantik” Berjaya di Mataram

MATARAM-Proses rekapitluasi suara masih berlangsung. Di Kota Mataram, rapat pleno KPU baru berjalan untuk dua kecamatan. Sandubaya dan Selaparang.

Tapi peta perolehan calon DPD di Kota Mataram mulai terlihat. Diolah dari berbagai sumber, ada empat calon DPD yang berpeluang menempati empat besar perolehan suara. Mereka antara lain: Dua incumbent Hj Robitaul Adawiyah dan Hj Baiq Diyah Ratu Genefi

Serta dua calon DPD penantang: Evi Apita Maya dan TGH Ibnu Kholil.

“Kalau menurut tabulasi kami, lebih dari itu (18.802),” yakin Evi.

Sebagai pendatang baru, perolehan Evi memang cukup gereget. Menurut data Lombok Post ia berhasil menggusur dua incumbent dan berada di perolehan suara tertinggi. Capaian ini tentu mengesankan bila mengingat status Evi sebagai penatang.

“Saya rasa ini karena kerja tim,” kata Calon DPD yang kesohor dengan sebutan Calon DPD Cantik itu.

Sementara itu, Hj Baiq Diah Ratu Ganefi harus puas dengan perolehan suara di urutan ke empat dengan perolehan 11.847 suara. Calon DPD Incumbent ini, mengaku menerima apapun hasilnya dari rekapitulasi.

“Kalau memang itu hasilnya, ya mungkin itulah maunya masyarakat,” kata Diyah legowo.

Ia merasa telah memberikan pikiran dan tenaga terbaiknya untuk membangun daerah. Tak terkecuali Kota Mataram. Tetapi, ia tak paham bagaimana psikologi masyarakat melihat para politisi untuk mewakili suaranya di tingkat pusat.

Bila akhirnya ia harus puas di posisi ke empat, maka bagi Diah suara masyarakat yang memilihnya yang dengan sadar dan nyata merasakan kontribusi ia membangun daerah selama ini. Saat masih duduk di DPD RI.

“Ya saya syukuri saja, kita tidak tahu kan maunya masyarakat seperti apa, kalau sudah melakukan yang terbaik kita pasrahkan saja hasilnya,” tutupnya.

Di posisi ke dua ada nama calon DPD incumbent Hj Robiatul Adawiyah dengan perolehan suara 13.258. Sedangkan di posisi ke tiga ada nama TGH Ibnu Khalil dengan perolehan suara 12.659. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks