alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Pengamat: Lempar Isu Nyapres Cara Dr Zul Amankan Pilgub NTB

MATARAM-Langkah Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah yang disebut tiba-tiba mengupayakan diri Nyalon Presiden (Nyapres) dibaca juga sebagai strategi politik menaikkan daya tawar di Pilgub 2024.

“Secara otomatis efek (gembar-gembor Nyapres) ya ke situ (panen popularitas di Pilgub),” kata pengamat politik Ihsan Hamid, Senin (3/5/2021).

Strategi model ini terbilang efektif. Dampak popularitas bahkan elektabilitas diperkirakan besar.

Seperti halnya yang dilakukan Zul saat ini dengan memperbanyak silaturahmi ke tokoh politik nasional, maka Zul akan mendapat ‘berkah’ popularitas.

“Cuma apakah akan disambut oleh media dan diperbincangkan secara nasional atau tidak, saya kira Zul butuh energi yang besar,” imbuhnya.

Tetapi pengajar Ilmu Politik di UIN Mataram itu juga bisa memahami latar belakang Zul ‘mendompleng’ panggung Pilpres. Konstruksi atau bangunan koalisi politiknya untuk maju di Pilgub 2024 dinilai tengah rapuh saat ini.

Mulai dari prediksi Zul-Rohmi yang diprediksi akan pecah kongsi yang berakibat pada hilangnya dukungan basis Ormas NWDI Begitu juga dengan buruknya dukungan koalisi pendukung terutama dari Demokrat.

“Sudah jadi rahasia umum, hubungan Zul dengan partai Demokrat yang juga partai pengusungnya di Pileg 2018 memburuk, salah satu indikatornya kan saat isu interpelasi sempat bergema,” ulasnya.

Maka Ihsan melihat ada benang merah antara pertemuan Zul dengan Presiden ke-6 Prof Dr H Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat beberapa waktu lalu, dengan pelayanan Zul ke Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat bersafari Ramadan di NTB, kemarin.

Kedekatan yang dibangun Zul, bisa jadi indikator keinginan Zul mengintervensi Musda Demokrat untuk mencari ketua yang lebih terbuka dalam membangun jalinan koalisi dengannya untuk kepentingan Pilgub 2024.

“Dalam politik semua hal bisa terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zul terlihat sangat aktif membangun komunikasi politik karena tantangan ke depan juga tidak mudah. “Zul nanti akan off jadi gubernur dan ada Plt selama satu tahun, maka dia butuh panggung atau strategi untuk membuat namanya selalu diperbincangkan,” ujarnya.

Karenanya, wacana pencapresan ini memiliki dua sisi. Di satu sisi Zul tengah berupaya mengambil peluang di internal partainya untuk mencoba menjadi calon alternatif.

“Di sisi lain isu ini menguntungkannya, saat Zul mentok dia telah punya modal popularitas dan elektabilitas untuk maju lagi di Pilgub lagi,” ulasnya.

Momentum Pilpres dan Pilkada yang berdekatan atau digelar dalam tahun yang sama memang berpotensi membawa keuntungan elektoral bagi Zul yang tengah menggiring dirinya ke isu pencapresan.

“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” pungkasnya.

Sebelumnya Zul mengatakan bila dirinya tetap fokus menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Gubernur. Di tengah kabar langkah dirinya mencari jalan menuju panggung Pilpres.

“Fokus kita yang utama tetap di NTB,” katanya. (zad/r2)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks