alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Tingkat Kematian Akibat Korona di Lombok Utara Tertinggi di NTB

TANJUNG-Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara H Lalu Bahrudin membeberkan angka kesembuhan kasus positif Covid-19 di Lombok Utara cukup bagus. Namun sayangnya kasus kematian akibat Covid-19 justru merupakan yang paling tinggi di NTB.

”Mencapai 15 orang. Makanya penerapan prokes tidak boleh ditawar,” ujar Bahrudin, kemarin (2/5).

Dikatakan, pihaknya bersama puskesmas dan RSUD terus melakukan berbagai berupaya. Salah satunya upaya 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi). Tak ketinggalan aksi dan 3T (tracing, testing, dan treatment).

”Makanya selalu saya sampaikan, 5M  ini terus kita dengungkan ke masyarakat, karena ini sangatlah penting dalam pencegahan Covid,” jelas dia.

”Kalau 3T ini upaya pemerintah daerah termasuk dinas kesehatan,” imbuh dia.

Penerapan 5M itu dinilai sangat penting. Berkaca dari kasus Taiwan, kawasan yang cukup dekat dengan Wuhan, China yang merupakan tempat pertama virus tersebut muncul. Langkah 5M di Taiwan berjalan sangat disiplin. Hal ini yang membuat negara tersebut memiliki kasus yang termasuk sangat kecil di dunia.

”Saya berpikir Insya Allah kalau masyarakat kita bisa displin dalam hal ini, mungkin kita tidak perlu lari sampai ke 3T itu,” kata dia.

”Tapi  memang kita di KLU ini belum begitu masif menerapkan 5 M ini,” aku dia.

Kesadaran warga akan pandemi ini dinilai masih kurang. Ketika ada temuan kasus positif, masih banyak warga menolak saat ada tracing kontak. Padahal untuk tracing kontak minimal 20 sampai 25 orang harusnya diperiksa. Namun berdasarkan pengalaman Dinas Kesehatan selama ini, hanya lima orang saja.

”Hal-hal semacam inilah yang membuat kasus di KLU ini bertambah,”cetus dia.

Ia menambahkan, penggunaan rapid test antigen juga memperlihatkan tren lonjakan kasus. Seperti belum lama ini dari 14 orang naik menjadi 19 orang. Hal ini dikarenakan tingat sensitivitasnya sangat tinggi mencapai 80 persen.

”Per 30 April total kasus sebanyak 250 orang. Sembuh 216 orang, positif dan tengah isolasi mandiri 19 orang. Sedangkan meninggal dunia 15 orang,” tandas dia. (fer/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks