alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Pemilu 2024, PAN NTB Usung Putra Daerah Rebut Kursi DPR RI

MATARAM–Partai Amanat Nasional (PAN) masih terus melakukan rekrutmen tokoh dan figur untuk menjadi Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) pada Pemilu 2024.

Baik itu untuk kursi DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, ataupun DPR RI.

“Sekalipun dari jumlah kuota sudah terpenuhi, kami tetap membuka diri untuk yang berminat berjuang bersama PAN,” kata Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) PAN NTB M Hadi Sulton, kemarin (2/6).

Sebagai contoh untuk Bacaleg DPRD provinsi, dikatakannya jumlah figur yang telah mendaftar melebihi jumlah kursi yang tersedia. “Yang dibutuhkan dari total semua kursi di Dapil. Misalnya di DPRD NTB total sebanyak 65 kursi, jumlah yang mendaftar sudah lebih dari itu,” jelasnya.

Hanya, siapa saja yang telah bergabung belum dapat dipublikasi. Hal ini karena figur itu akan diseleksi terlebih dahulu. Sampai dinyatakan lulus ketika didaftarkan di KPU.

Nantinya nama yang dipertahankan adalah figur yang benar-benar siap bertarung.

“Dari hasil survei (popularitas dan elektabilitas) memiliki peluang besar untuk menang,” terangnya.

Rekrutmen telah berjalan dalam satu bulan terakhir dan akan terus berlangsung untuk melihat keseriusan para figur berjuang bersama PAN.

“(Yang tidak kompetitif) dengan sendirinya akan tersingkir,” imbuhnya.

PAN optimis meningkatkan perolehan kursi di DPRD NTB. “Kalau bicara target tentu sama seperti semua partai, kami ingin jadi pemenang,” tegasnya.

Saat ini PAN berhasil menguasai 7 kursi di DPRD NTB. Jumlah yang cukup besar ini, membawa tantangan tersendiri dalam upaya mempertahankan, apalagi meningkatkan jumlahnya.

Baca Juga :  Per Februari 2022, Jumlah Pemilih Pemilu di Lotim Mencapai 935.593 Orang

Namun Hadi yakin, melihat materi figur yang mendaftar, perolehan kursi dapat ditingkatkan lagi. Terlebih Sulton mengungkapkan, beberapa di antaranya adalah figur yang memiliki latar belakang politisi dari partai tertentu yang bergabung dengan PAN.

“Kalau disebut seperti itu (ada eksodus politisi ke PAN) mungkin kurang pas ya, tapi ada-lah beberapa yang tadinya dari partai lain, memutuskan pada Pemilu 2024 akan berjuang lewat PAN,” bebernya.

Siapa saja mereka, Sulton juga masih merahasiakannya. Hal ini karena ada kaitannya dengan proses seleksi yang masih terus berjalan.

“Kita juga ingin tahu tingkat keseriusannya,” tekannya.

Tidak mengekspose nama figur dimaksud juga bagian dari strategi PAN. “Karena kita tahu semua partai saat ini sedang rebutan tokoh,” ujarnya.

Langkah untuk tidak mengekspose sebagai cara terbaik mengurangi resistensi dari partai lain yang juga menginginkan figur itu bergabung.

“Mereka ada juga anggota DPRD di partai lain yang menyatakan keinginan bergabung di PAN nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait isu Caleg Impor yang sempat diperbincangkan, Sulton mengatakan PAN tidak mengenal istilah itu. “Kerangka berpikir kita partai ini Nasional,” ujarnya.

Sehingga di manapun kader nantinya ditugaskan untuk berjuang maka harus siap menjalankan tugas.

“Tetapi PAN tetap memberi kesempatan lebih besar tentunya bagi putra daerah di mana pemilihan itu berlangsung,” ulasnya.

Kekhususan bagi putra daerah mendapat prioritas DPP PAN telah tercermin dari pemilu-pemilu sebelumnya. Di mana putra daerah selalu diberi peluang besar untuk tampil dalam pemilihan.

Baca Juga :  Dua Tahun Harum, Mataram Semakin Cantik

“Yang penting memiliki keberanian dan modal yang cukup untuk bertarung, DPP selalu mempertimbangkan untuk memprioritaskan putra daerah,” terangnya.

Sehingga di tengah isu Caleg Impor yang sempat menjadi diskusi hangat, PAN tetap tidak mengenal istilah Caleg Impor,  walaupun dalam praktiknya sangat menghargai putra/putri daerah.

Ketentuan yang tidak tertulis ini menjadi tradisi yang dijaga dengan baik oleh PAN untuk tetap menjaga kans putra daerah menunjukkan kemampuannya di panggung politik nasional.

“Saat Pileg 2019 lalu kita hampir dapat satu kursi di DPR RI, itu dengan mengandalkan putra daerah. Makanya di Pileg 2024 nanti kami optimis dapat merebut satu kursi berdasarkan pengalaman terdahulu yang sedikit lagi dapat merebut satu kursi,” pungkasnya.

Isu Caleg Impor ini juga ditepis oleh partai lainnya, salah satunya Golkar. Sekretaris DPD Partai Golkar NTB Lalu Satriawandi mengatakan di partainya tidak ada istilah Caleg Impor.

“Di kami hanya mengenal istilah kader,” katanya di tempat berbeda.

Oleh karenanya, mainan isu Caleg Impor tidak mempan bagi Golkar. Selama partai memberikan mandat untuk berjuang di manapun di wilayah Indonesia, maka kader harus siap.

“Biar rakyat yang menilai nanti apakah dia layak terpilih atau tidak dari kontribusinya selama ini membangun daerah,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/