alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Musda Empat Kali Ditunda, Golkar NTB Tekor

MATARAM-Terhitung sudah empat kali Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Provinsi NTB ditunda. Awalnya diagendakan digelar tanggal 4-6 Maret, lalu ditunda ke tanggal 15 Maret, ditunda lagi pada tanggal 22 Maret.

Terakhir 22 Juli kemarin Musda kembali ditunda. Sampai saat ini, gawe besar partai Golkar Provinsi NTB itu belum jelas kapan dilaksanakan.

Padahal panitia acara atau Organizing Committee (OC) sudah sibuk menyiapkan acara hingga keluar anggaran tak sedikit. “Ya itu konsekwensi (anggaran keluar karena acara ditunda),” kata Ketua OC Musda Golkar Provinsi NTB H Ahmad Fuaddi, Senin (3/8).

Anggaran yang keluar diperkirakan tidak sedikit. Namun Fuaddi enggan membeberkan berapa jumlah pastinya. “Ya untuk DP (booking hotel), DP snack,” katanya mencontohkan.

Belum lagi biaya membayar tenaga memasang bendera, pesan baliho, dan lain sebagainya. Anggaran keluar percuma setiap kali Musda ditunda.  “Kalau kami di panitia apapun perintah partai tentu kami laksanakan,” terangnya.

Namun walau Musda ditunda, kepanitiaan belum dibubarkan. Sekalipun deadline persiapan Musda sampai 31 Juli 2020, sesuai Instruksi DPP Partai Golkar no: SI-2/GOLKAR/VII/2020 tentang Instruksi Merencanakan, Mempersiapkan, dan Menyelenggarakan Musda Partai Golkar tingkat Provinsi.

Kepanitiaan tetap ada sampai terbit perintah dari DPP menggelar Musda. “Tetap (masih ada),” katanya.

Lantas apa yang membuat Musda ditunda berkali-kali? Fuaddi mengatakan sepenuhnya DPP yang mengetahui alasan pastinya. Tetapi dari sisi mekanisme, jadwal Musda Golkar Provinsi NTB memang belum terbit dari DPP.

Setelah terbit surat intruksi itu, DPD Golkar Provinsi NTB menyikapi dengan menggelar rapat. Hasil rapat memutuskan untuk mengusulkan menggelar Musda pada tanggal 22 Juli ke DPP. “Tetapi belum ada jawaban,” terangnya.

Fuaddi belum tahu apakah DPD Golkar Provinsi NTB dengan DPP Golkar sudah ada komunikasi lagi setelah Musda ditunda. “Tentu yang lebih tahu DPD (dan DPP),” ujarnya.

Sementara terkait peluang Musda Golkar NTB digelar di luar daerah Fuaddi enggan menanggapi. “Bukan kewenangan saya menanggapi itu,” pungkasnya.  (zad/r2)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks