alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Jarak Pemilu dan Pilkada 2024 Terlalu Dekat Pengaruhi Partisipasi

MATARAM-Cobaan berat berpotensi dihadapi penyelenggara saat menggelar Pilkada Serentak 2024 nanti. Yakni, pemilih berpotensi bosan atau jenuh mendatangi tempat pemungutan suara.

Seperti diketahui, Pilkada Serentak digelar sekitar enam bulan setelah Pemilu 2024. Sementara pemilu dengan segala kerumitan dan dinamikanya digelar awal tahun 2024.

Hal ini pun dipandang akan berdampak serius terhadap partisipasi pemilih.

“Ini harus diantisipasi KPU,” saran Pengamat Politik Agus.

Pengajar di UIN Mataram itu, melihat hal ini sebagai dampak terlalu dekatnya proses pemilihan. Antara Pemilu dan Pilkada.

Sehingga dalam hal ini KPU dituntut mampu menjaga partisipasi pemilih agar tetap tinggi dan sesuai target.

“Harus ada inovasi dan terobosan yang dilakukan penyelenggara dalam melakukan sosialisasi kepada para pemilih,” imbuhnya.

Baca Juga :  HBK Dorong Perusda Majukan Sektor Pertanian

Inovasi pada intinya untuk membuat para pemilih mau datang kembali ke bilik-bilik suara. Menyampaikan hak pilihnya secara sadar demi kebaikan daerahnya.

Kandidat Doktor di Universitas Diponegoro (Undip) itu mencatat ada peningkatan yang positif dari pemilu 2014 ke pemilu 2019. “Dari 77,32 persen menjadi 82,75 persen,” imbuhnya.

Maka KPU sebagai penyelenggara dapat menjadikan pemilu 2019 sebagai dasar evaluasi untuk tetap menjaga, bahkan meningkatkan partisipasi pemilih di 2024.

Selain itu meningkatkan lagi kegiatan-kegiatan yang bersifat sosialisasi hingga pendidikan pemilih, sehingga tumbuh kesadaran untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2024 yang digelar lebih belakangan.

“Pemilu juga bukan soal tahapan saja, tetapi yang terpenting bagaimana pemilu itu bisa memberikan dampak kepada terwujudnya tata kelola pemerintahan baik,” ulasnya.

Baca Juga :  Anggota KPU-Bawaslu Transparansi Kunci Hindari Intervensi

Pemilu harus mampu menghadirkan wakil rakyat hingga presiden yang mampu membawa bangsa ke arah lebih baik lagi. “Dan Pilkada menghadirkan kepala daerah yang berintegritas, kompeten, dan profesional,” tekannya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan telah menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk tetap menjaga partisipasi pemilih tinggi. Di antaranya dengan menghadirkan Desa Peduli Pemilu dan Pilkada yang juga menjadi program nasional.

“Kita di NTB juga akan persiapkan itu,” katanya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/