alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Johan Rosihan Diserbu Emak-Emak

SUMBAWA-Olat Maras Institute (OMI) telah merilis hasil survei. Tiga nama mencuat, berpeluang besar duduk kursi di Senayan dari Dapil NTB I Pulau Sumbawa.

Ada nama H Johan Rosihan, politisi PKS di dalamnya. Muncul pula nama Zainul Arifin politisi Gerindra dan Badrul Munir dari Golkar.

Catatannya, PKS diminta semaksimal mungkin untuk meningkatkan potensi suara. Dengan cara semua caleg dari PKS bekerja maksimal. Itu wajib dilakukan, jika tidak mau posisinya dilewati oleh  H Muhammad Syarifuddin dari PAN. ”Alhamdulillah, saya akan terus bergerak saja di masyarakat,” kata H Johan Rosihan menanggapi hal itu, kemarin.

Menurutnya, hasil survei OMI tidak lantas membuat dirinya berpuas diri. Itu juga tak lantas membuatnya berpangku tangan. Tidak juga sebaliknya, ketakutan berlebih, karena ada di urutan tiga, batas akhir yang masih bisa digeser. ”Survei bagi saya hanya untuk membaca kecenderungan saja,” ucapnya.

Untuk detail di lapangan, dia berpandangan harus diuji sendiri. Ketua Komisi III DPRD NTB ini mengatakan, mendekati pencoblosan sebulan lagi membuat dirinya dan tim terus menggenjot mesin partai. Terbaru, ia menggelar kegiatan di Sekongkang, Sumbawa Barat. Pertemuan ini membahas konsolidasi pemenangan caleg DPRD KSB Dapil III Abidin Nasar, caleg DPRD NTB Dapil NTB III Sambirang Ahmadi, serta dirinya sendiri. ”Kami para caleg telah bertemu dengan tim, fokus bicara strategi pemenangan,” bebernya.

Dari angka yang ditargetkan, perkembangannya telah menyentuh 85 persen. Naiknya angka ini, tak lepas dari intensifikasi suara dukungan yang ada. ”Secara pribadi saya juga blusukan menemui emak emak di Desa Mapin Beru Alas Barat,” tambah caleg nomor urut satu itu. (ewi/r4/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks