alexametrics
Minggu, 7 Juni 2020
Minggu, 7 Juni 2020

Dewan : Pemprov NTB Harus Segera Bangun Laboratorium Khusus Korona

MATARAM-DPRD NTB meminta Pemprov NTB segera memiliki laboratorium untuk pemeriksaan genotipe virus. “Jangan sampai kita tes Korona ke Jawa Timur terus dan harus menunggu beberapa minggu baru tahu hasilnya,” kata Ketua DPRD NTB Hj Isvie Rupaeda, Jumat (3/4) lalu.

Dewan mendukung penuh langkah Pemprov mengupayakan kepemilikan lab. Sehingga akan lebih memudahkan dalam proses pengecekan status pasien. “Selain itu Pemprov harus menyediakan jaring pengaman ekonomi untuk daerah,” imbuhnya.

Wabah Korona telah mengurangi aktivitas masyarakat. Akibatnya ini berakibat langsung pada perlambatan ekonomi daerah. Untuk hindari goncangan ekonomi harus ada langkah-langkah stategis memastikan masyarakat menengah ke bawah terpenuhi kebutuhan logistik selama wabah berlangsung.

Dewan juga akan mengambil inisiatif menyisir anggaran. “Angkanya belum final tapi dengan pak Sekwan kisaran Rp 2-3 miliar,” terangnya.

Anggaran itu nantinya akan disalurkan memenuhi keperluan penanganan wabah. “Resminya Senin karena harus rapat antara TAPD dengan Banggar,” pungkasnya.

Menanggapi dorongan harus segera memiliki Lab, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan untuk fisik sudah tersedia. “Labnya ada di pulau Sumbawa, ada UTS (Universitas Teknologi Sumbawa)” terangnya.

Hanya saja yang jadi kendala bukan fisik lab, tetapi logistik pengecekan virus salah satunya Reagen RT-PCR. Teknologi ini memanfaatkan amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada atau tidak virus dan mengetahui genotipe virus. “Iya ada namanya reagen-regen itu,” katanya.

Reagen saat ini termasuk logistik yang langka karena semua negara di belahan dunia memburunya. Namun dia menargetkan dalam waktu dekat bisa memiliki Reagen. “Minggu ke dua bulan April ini,” harapnya.

Terkait langkah pengaman ekonomi, Zul mengatakkan Dinas Sosial NTB tengah mendata masyarakat yang rentan secara ekonomi. “Datanya ada di Dinsos agar bantuan tepat sasaran,” imbuhnya.

Sementara anggaran penanganan Korona, secara umum Pemprov menyiapkan tiga sekenario. “Ada penyiapan tahap pertama, kedua, dan darurat,” kata Sekda NTB HL Gita Aryadi.

Anggaran tahap pertama telah disiapkan Rp 25 miliar. “Mengantisipasi lonjakan kasus kita siapkan anggaran tahap ke dua,” terangnya.

Besaran angka tahap ke dua masih harus menunggu laporan dari masing-masing g Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemprov NTB. Sedangkan skenario anggaran darurat, TAPD yang akan mengambil kewenangan langsung pemotongan anggaran. “Kalau sudah kondisinya darurat, kami TAPD yang akan langsung menggunting,” tegasnya.

Besarnya pun akan disesuaikan dengan tingkat kedaruratan dan kebutuhan anggaran. “Yang jelas kita semua dari Pemprov hingga kabupaten/kota sudah mengambil peran masing-masing untuk atasi Korona,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif. Atas dasar itu,...

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor...

Tak Ada Zona Hijau di KLU, Kasus Korona ada di Semua Kecamatan

TANJUNG-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bertambah. Total kini 45 kasus, dengan Kecamatan Gangga yang akhirnya pecah telur, sebagai kecamatan yang...

Ahyar Abduh : Perekonomian Mataram Harus Tetap Tumbuh

MATARAM-Mataram ingin perekonomian tetap tumbuh meski pada masa Pandemi Covid-19. ”Kalau semua tutup tentu perekonomian tidak jalan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.   Ia...

Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G Siapkan Undian Berhadiah

MATARAM-Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G outlet Lombok Epicentrum Mall (LEM) mengadakan undian berhadiah mulai Jumat (5/6) kemarin. ”Promo ini salah satu usaha...

Sabtu, Korona NTB Tembus 808 Kasus, 101 Anak-anak, 38 Manula, 22 Meninggal Dunia

MATARAM—Upaya memulai tatanan baru new normal masih mendapat hambatan dari terus melonjaknya angka penularan positif koroona di NTB. Sabtu (6/6) kasus korona di NTB...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Naik Pesawat di Masa Korona, Ini Dokumen yang Harus Dibawa!

MATARAM-Pembatasan penerbangan komersial diperpanjang hingga 7 Juni. Dengan demikian penumpang pesawat domestik wajib melengkapi sejumlah dokumen untuk bisa terbang. ”Semua syarat itu harus dipenuhi calon...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...