alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Pendukung KLB Demokrat di NTB Belum Putus Asa

MATARAM-Kubu KLB Demokrat di NTB belum berputus asa. Mereka yakin pengurus DPP hasil KLB, masih akan menempuh sejumlah langkah untuk mendapatkan hak pengakuan.

“Biarkan DPP saja yang menanggapi itu, kita di daerah menerima hasil atau keputusan DPP,” kata Fathurrahman, kader Demokrat di NTB yang mendukung KLB.

Sikap tak melunak DPD Demokrat NTB yang tetap mengupayakan pemecatan dirinya ke DPP pun ditanggapi santai Bappilu Demokrat Lombok Tengah (Loteng) itu. “Nggak apa-apa (mau dipecat), kan ini masih berlanjut ke PTUN (pendukung KLB gugat keputusan Menkumham),” ujarnya santai.

Sehingga seharusnya, upaya pemecatan pada dirinya tidak bisa dilakukan sampai adanya keputusan pengadilan yang bersifat final. Fathurrahman pun kembali mengungkapkan alasan dirinya bergabung dengan kubu KLB. “Saya mendukung KLB karena ketidaknyamanan dengan pengurus saat ini,” ungkapnya.

Bahkan kalaupun kubu AHY kini telah mendapat legitimasi dari Kemenkumham setelah menolak KLB, ada penyegaran pengurus yang mau merangkul semua kalangan masih akan disuarakannya. Selama haknya sebagai kader belum dicabut. “Kita tetap pada posisi menginginkan penyegaran di tubuh partai dan kami komit dengan apa yang telah kami putuskan. Kita tunggu hasil PTUN,” tegasnya.

Sahmad, pendukung KLB lainnya di NTB, menilai keputusan yang diambil pemerintah dengan menolak permohonan KLB Demokrat, memperlihatkan pemerintah tidak berpihak seperti yang dituduhkan kubu AHY. “Moeldoko ketum kami dalam keyakinan diri,” kata Sahmad dikonfirmasi terpisah.

Dia mengungkapkan, pasca-putusan Menkumham itu, tidak ada yang berubah pada militansi pendukung Moeldoko. “Karena dari awal kami diperintahkan seperti itu oleh beliau (Moeldoko, Red) dan selalu menjaga prinsip yang sudah dipegang pantang menyerah,” papar mantan ketua DPC Demokrat Lombok Barat itu.

Terkait rencana pelaporan dirinya ke polisi oleh DPD Demokrat NTB karena dianggap sudah tidak menjadi kader Demokrat, namun tetap membawa nama Demokrat NTB di pentas KLB Demokrat, Sahmad tidak gentar. “Saya menjadi pimpinan dari awal berdirinya sampai 2016, bahkan sampai terjadi muscab 2017,” tepisnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri menegaskan akan memproses pemecatan Fathurrahman. “Sudah diusulkan ke DPP,” katanya.

Begitu pun laporan polisi untuk Sahmad tetap diproses, karena telah membawa nama Demokrat, ke forum KLB padahal sudah tidak menjadi kader lagi. “Supaya ada efek jera, dan tidak ada lagi yang berani mempermainkan hukum,” tegasnya.

Putusan Kemenkumham yang menolak KLB tetap disyukuri. Tetapi tidak dengan mengendurkan langkah hukum pada dua orang tersebut. “(untuk keputusan Menkumham) kami akan segera bayar nazar,” janjinya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks