alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Mau Dampingi Selly? Ini Syaratnya

MATARAM-Hanya menunggu momentum saja, PDI Perjuangan hampir pasti mengusung Hj Putu Selly Andayani. Ketua Bappilu DPD PDIP NTB Made Slamet, mengatakan sejauh ini PDIP sudah membuka radar seluas-luasnya. Menjaring nama-nama yang layak diusung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2020.

“Tapi kan ternyata hanya nama beliau saja yang muncul, memang ada nama lain?” kata Made, ditemui di Gedung DPRD NTB, kamis (4/7) kemarin.

Selly sendiri lanjut Made, belum memberikan respons. Apakah akan menerima pinangan PDIP diusung dalam pilkada 2020. Sekalipun dari sisi emisional, Selly tidak bisa dipisahkan dari ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat yang merupakan suaminya.

“Tapi perlu saya pertegas ya Bu Selly belum pernah bilang mau atau tidak mau, karena masih fokus bekerja,” tegas Made.

PDIP berpeluang mendorong Selly, karena sejauh ini pihaknya melihat dorongan pada Kepala Dinas Perdagangan itu untuk maju, cukup tinggi di  masyarakat. Diakui, Made memang ada figur lain juga yang dapat dorongan besar dari masyarakat, selain Selly.

Hanya saja, lanjut Made, PDIP tidak hanya ingin memburu kekuasaan. Tetapi, juga menginginkan figur yang mampu membawa perubahan di ibu kota provinsi NTB ini.

“Penyakit Kota Mataram ini PDIP sudah tahu, kami ingin obati itu dengan mendorong figur yang memang benar-benar memiliki kemampuan untuk itu,” terangnya.

Secara kapasitas, kapabilitas, hingga leadership Made mengatakan Selly memiliki kemampuan untuk melakukan pembenahan itu. Dalam catatannya, Selly dianggap sukses menyelesaikan persoalan-persoalan fundamental kemasyarakatan, seperti ekonomi.

“Teman-teman kan bisa menilai dan melihat, bagaimana kinerja Bu Selly selama jadi Kepala Dinas Perdagangan,” contohnya.

Karenannya, hampir pasti PDIP akan mendorong Selly maju di Pilwalkot 2020. Saat ini, PDIP tengah menunggu jawaban pasti dari Selly. Menyusul dorongan maju untuk Selly menguat juga diinternal partai.

“Tidak hanya itu saja yang penting (menunggu jawaban Selly), kita juga perlu melihat siapa pendampingnya,” lanjutnya.

Menurut Made, ada beberapa syarat yang diberikan partai untuk mendukung Selly dan pasangannya. Figur pasangan Selly harus memenuhi beberapa kriteria utama. Diantaranya, harus mampu mewakili kalangan milenial, diterima di banyak kalangan, dan tentu ketokohan yang kuat.

“Bu Selly kan kalangan nasionalis, maka pendampingnya kami utamakan yang religius,” bebernya.

Lalu bagaimana dengan Mohan? Made tersenyum. Sampai saat ini, partainya menurut Made belum memikirkan mau menurunkan daya tawar politik. Dengan, mau duduk di kursi dua. Sebagai tiga partai besar di Kota Mataram, target PDIP tentu saja, kursi wali kota.

“Kecuali kalau pak Mohan mau jadi wakil, ya bisa saja (berpasangan). Jadi tidak perlu lagi sebut Mohan-Selly, Mohan-Selly, kita maunya nomor satu kok,” cetusnya.

Pertemuan pada momen lebaran topat beberapa waktu lalu, bagi PDIP hanya dianggap sebagai silaturahmi biasa. Tidak memiliki dampak politis, hingga mengubah peta koalisi. Hal ini senada dengan yang disampaikan Ketua Harian DPD Golkar NTB Misbach Mulyadi.

“Saya memang hadir dalam pertemuan itu hanya pertemuan silaturahmi biasa, tidak ada bahas tentang Pilwalkot,” tegas Misbach. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks