alexametrics
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020

Jelang Pemilihan Bupati, Tingkat Kerawanan Sumbawa dan Bima Tinggi

MATARAM-Bawaslu telah memetakan indeks kerawanan Pilkada Serentak 2020. Ada empat dimensi yang diukur antara lain Sosial, Politik, Infranstruktur, dan Pandemi Covid-19.

Hasilnya Sumbawa dan Bima masuk dalam kategori indeks kerawanan tinggi. Bawaslu dan aparat keamanan akan memberi perhatian ekstra di dua daerah itu.

Sumbawa tingkat kerawanan tinggi dari dimensi Sosial. Sedangkan Bima tingkat kerawanan tinggi dari dimensi Politik. “Sumbawa skornya 61 dan Bima skornya 62,” kata Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, Jumat (3/7).

Dijelaskan, tingkat kerawanan disebut tinggi bila skor lebih 60. “Nah karena itu lebih dari 60 maka tingkat termasuk tinggi,” ulasnya.

Sementara di kabupaten/kota, dimensi sosial dan dimensi politik skor kerawanan masuk sedang. “Rata-rata daerah lain di bawah 60,” imbuhnya.

Berikutnya dari dimensi Infrastruktur penyelenggaraan pemilu indikator utama dari ketersediaan layanan internet. Jaringan internet menjadi perioritas karena situasi Pandemi Covid-19 saat ini mengharuskan semua harus diupayakan dilakuakan secara daring. Serta semaksimal mungkin menghindari berkumpul.

Akses lalu lintas informasi ditumpukan ke layanan internet. “Dari 732 kelurahan/desa di tujuh kabupaten/kota, sebanyak 202 desa alami gangguan. Tidak baguslah (jaringannya),” ungkapnya.

Bawaslu berharap hal ini bisa menjadi atensi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Terutama untuk 202 desa diharapkan segera layanan internet diperbaiki.

Bila tidak memungkinkan diperesiapkan untuk yang permanen maka harus ada langkah alternatif. Agar selama proses tahapan dan pelaksanaan pemilihan dapat berjalan maksimal.

Terakhir untuk dimensi Pandemi Covid-19, tujuh kabupaten/kota rata-rata masuk kategori sedang. “Skornya berkisar antara 53-54,” ungkapnya.

Bawaslu sendiri telah mengantisipasi agar proses pengawasan berjalan aman selama pandemi. Alat Pelindung Diri (APD) telah dipersiapkan.

Total anggaran untuk pembelian APD sebesar Rp 900 juta. Anggaran ini untuk tahap pertama ditransfer pemerintah pusat.

APD diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sampai proses Verifikasi Faktual dan Coklid. “Ada masker, face shield, hand sanitizer, sarung tangan, dan pakaian hazmat,” kata Sekretaris Bawaslu NTB Lalu Ahmad Yani.

Nantinya pemerintah pusat kembali akan mentransfer pembelian APD. Hanya saja nilainya belum bisa dipastikan.

Karena harus menunggu evaluasi penggunaan anggaran tahap pertama. “Jangan sampai ada yang tumpang tindih karena ada daerah lain misalnya siapkan rapid gratis juga,” ujarnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Pelestarian Penyu Terus Jadi Atensi Pemerintah 

Meski berada di situasi pandemi Covid-19, upaya pelestarian penyu, tetap menjadi perhatian pemerintah

KPU NTB Jelaskan Teknis Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU NTB memperjelas teknis verifikasi data dukungan calon perseorangan. Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Agus Hilman menjelaskan pencoretan dukungan dilakukan bila Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen gagal mendatangkan pemilik dukungan sampai di kantor PPS.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Sindikat Curanmor di Lotim Terbongkar, 24 Motor Hasil Curian Disita

Dua orang tersangka  pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga penadah berhasil diringkus tim Puma Satreskrim Polres Lotim. Bersama para tersangka, 24 unit sepeda motor hasil curian berhasil disita. “Beberapa di antara pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio pada konferensi pers yang digelar kamis (30/1).

Jumlah Pasien Korona NTB dalam Kondisi Kritis Melonjak Drastis

Semakin banyak pasien Covid-19 masuk ke RSUD NTB dalam kondisi parah. ”Pasien datang sudah dalam keadaan gagal napas,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat khusus Covid-19, Rabu  (29/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks