alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Sinyal Koalisi PKS-PBB di Pilbup Lombok Tengah 2020 Menguat

MATARAM-Paket Adha atau HL Suryade-Habib Ziadi Thohir (Adha) masih belum diusulkan ke DPP PKS. “Selain Dompu ada Loteng (yang belum klir)” kata Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi.

Tetapi paket ini semakin gencar melakukan sosialisasi di Lombok Tengah (Loteng). Beberapa analisa politik memperlihatkan peluang besar paket ini lolos ikut di panggung Pilbup Loteng 2020. Salah satunya bila sekenario PKS berhasil membangun koalisi dengan PBB.

PKS dengan 6 kursi dan PBB 4 kursi memenuhi syarat minimal 10 kursi ikut di Pilbup Loteng 2020. Terkait potensi peta koalisi ini pun dibenarkan Hadi. “Sama PBB,” ungkapnya.

Hadi mengatakan berkas usulan para calon di Loteng belum diusulkan ke DPP karena kuotanya masih kurang. “Minimal tiga pasang yang harus diusulkan,” jelasnya.

Di sisi lain, paket Adha masih harus melengkapi beberapa berkas. Hanya saja wakil ketua DPRD NTB itu enggan memperjelas berkas apa yang dimaksud. “Ada beberapa berkas pelaporan administrasi,” terangnya.

Pada prinsipnya kata Hadi, PKS tetap memperioritaskan kader partai. Tetapi sebelum itu Tim Pemenangan Pemilu Daerah, Provinsi, hingga Pusat PKS akan melakukan kajian. Termasuk di dalamnya mengukur popularitas dan elektabilitas Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang diusung. “Dan tentu harus ada partai pengusung,” tegasnya.

Sementara itu, angin segar ke paket Adha pun datang dari PBB. Ketua DPW PBB NTB Junaidi Arif menyebut pasangan ini punya kans diusung PBB di pilbup Loteng. “Ya berpeluang besar,” katanya.

Selain paket Adha, paket Dwi Sugianto-HL Normal Suzana dan H Masrun-HL Aksar Ansori juga tertarik mendapat dukungan PBB. Lobi-lobi masing-masing tim Bapaslon akan menentukan sikap akhir PBB di Pilbup Loteng.

Namun Junaidi belum bisa memastikan kapan PBB menerbitkan SK partai. “Masih menunggu tahapan pilkada yang pasti,” pungkasnya. (zad/r2)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks