alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Lestarikan Khazanah Keilmuan, Fraksi PKS Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

MATARAM-DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB menggelar lomba membaca kitab kuning tingkat provinsi, Sabtu (4/12/2021) di Mataram. Perlombaan ini dikhususkan bagi usia pelajar tingkat sekolah menengah atas (sederajat). Sebelumnya, kegiatan ini telah terlaksana ditingkat kabupaten/kota se-NTB.

 

Dari hasil gelaran lomba di tingkat kabupaten/kota yang diikuti sekitar 220 peserta ini, ada sekitar 40 orang yang terjaring. Dimana mereka semua saat ini kembali berlaga ditingkat Provinsi NTB.

 

Ketua Fraksi PKS DPRD NTB TGH Patompo Adnan mengatakan, lomba baca kitab kuning merupakan program tahunan Fraksi PKS DPR RI yang juga serentak dilaksanakan oleh Fraksi PKS Kabupaten/Kota dan Provinsi se-Indonesia.

 

“(Lomba baca kitab kuning, Red) program tahunan kami. Yang punya (program) ini sebenarnya fraksi (PKS) pusat. Kemudian dilaksanakan keseluruh fraksi se-Indonesia,” kata pria yang kerap disapa Tuan Guru Patompo ini.

 

Adapun tujuan kegiatan, kata dia, hal utama adalah melestarikan khazanah keilmuan para ulama.

 

“Tujuannya jelas, kita ingin melestarikan khazanah keilmuan ataupun karya para ulama yang sudah mendahului kita. Untuk diangkat kembali sehingga dapat dipahami, khususnya bagi anak-anak (siswa/santri) kita,” jelasnya.

 

“Kemudian, bagaimana kita ingin menyiapkan generasi yang berkualitas dibidang keilmuan agama khususnya. Ini agar tidak terputus mata rantai keilmuan kita ditengah globalisasi dan pesatnya perkembangan dunia IT (ilmu teknologi),” tambah Tuan Guru Patompo.

 

Sekretaris Komisi V DPRD NTB itu berharap, dengan adanya kegiatan lomba itu dapat memotivasi para siswa/i ataupun santri/wati di NTB senantiasa memelihara khazanah keilmuan ini.

Baca Juga :  Isu Khofifah-Zulkieflimansyah di Pilpres, DPW PKS NTB Tak Ambil Pusing

 

Tak hanya itu, Tuan Guru Patompo juga mengungkapkan beberapa kriteria penilaian dalam perlombaan baca kitab kuning ini. Yakni, cara/pola pembacaannya.

 

“Termasuk pemahamannya. Karena nanti itu yang ditanyakan. Berdasarkan itulah nanti akan ditentukan siapa yang terbaik (juaranya untuk mewakili NTB pada kegiatan serupa tingkat Nasional),” paparnya.

 

Diakui, dirinya mengaku senang dan sangat bangga bahkan mengapresiasi antusias peserta yang mengikuti kegiatan lomba ini.

 

“Alhamdulillah sangat kompetitif para pesertanya sangat luar biasa,” katanya.

 

Ia menjelaskan, untuk perlombaan tingkat provinsi ini akan berlangsung selama dua hari terhitung mulai dari tanggal 4 hingga 5 Desember 2021. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada tanggal 7 Desember. Patompo berharap, saat perlombaan di tingkat pusat, Provinsi NTB bisa keluar sebagai jawara.

 

“Dan dipertengahan desember kita akan maju ke pusat,” kata Legislator Udayana jebolan asal Dapil Lombok Tengah tersebut.

 

Ketua DPW PKS NTB Yek Agil mengatakan, PKS sebagai partai yang berasaskan Islam, bertekad terus mencintai dan memuliakan ulama dengan seluruh ilmu dan kemuliaannya. Serta berusaha untuk menjadikannya sebagai spirit dan tetap menghadirkan dalam semua aktivitas kehidupan termasuk di dalam mengelola partai.

 

“Termasuk tekad PKS untuk menjaga akidah Ahlussunah wal Jamaah, karena akidah ini dijamin keselamatannya,” katanya.

Baca Juga :  Rayakan HUT RI, PKS NTB Sebar Seribu Paket Sembako

 

Yek Agil juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada pimpinan dan anggota fraksi PKS DPRD NTB dan juga fraksi PKS DPRD kabupaten/kota se-NTB atas terobosan yang baik dan mulia ini. Terselenggaranya lomba ini menunjukkan PKS benar-benar mencintai pesantren yang di dalamnya lahir para ulama mujahidin dan mukhlisin yang berjuang untuk negeri ini.

 

“Lebih-lebih pengurus dan anggota dewan di PKS yang di NTB banyak yang pernah nyantri dan jebolan pondok pesantren, tentu apa yang dikehendaki oleh ulama, santri dan pondok pesantren sudah dirasakan dan diketahui dan seterusnya diperjuangkan,” ucap anggota Komisi V DPRD NTB ini.

 

Yek Agil berpesan, kepada para santri untuk tetap semangat menuntut ilmu di pondok pesantren dengan sungguh-sungguh hingga selesai. Sebab, di luar sana umat telah menunggu nasehat, peran  dan dakwah para santri untuk membawa kehidupan kemasyarakatan menjadi lebih baik dan barokah.

 

“Kami berharap  para santri kelak tidak hanya dakwah di mimbar Mushola, masjid dan pondok pesantren saja. Tapi kalian harus masuk menjadi teladan kesemua sektor kehidupan. Kalau jadi pengusaha jadilah pengusaha yang sukses, agar ekonomi ummat menjadi baik lebih dan lebih barokah. Kalau kalian mau terjun jadi politisi, maka masuklah menjadi anggota parlemen/anggota dewan, agar gedung gedung dewan menghasilkan keputusan politik yang lebih baik, membela kepentingan rakyat dan ummat ini,” tutup Yek Agil. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/