alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Banyak Kalah di Pilkada, Demokrat NTB: Koalisi Tidak Efektif

MATARAM-DPD Demokrat NTB melihat kekalahan sebagian besar pasangan calon (Paslon) yang diusung dalam Pilkada Serentak 2020, lebih diakibatkan mesin politik koalisi yang tidak bergerak efektif dan kolektif.

“Seperti di KLU (yang diprediksi menang) ada partai koalisi yang (mesinnya) tidak bergerak (untuk pemenangan Najmul-Suardi),” kata Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, Jumat (5/2/2021).

Hal ini berdampak serius terhadap target-target politik koalisi di setiap daerah ketika Pilkada lalu. Efektivitas mesin pemenangan mendulang suara lemah. “Jadi untuk Pilkada belum mencapai hasil yang  ideal,” ujarnya.

Tetapi dari sisi gerakan mesin partai Demokrat di setiap daerah, Mahally masih berbangga. “Itu sangat nyata,” katanya.

Dia lantas mencontohkan seperti di Kota Mataram. Elektabilitas H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi awalnya di angka 2 persen. “Ketika pemilihan menjadi 10 persen lebih, bagi kami itu menunjukkan mesin politik bergerak kompak,” ulasnya.

Begitupun di daerah lain, seperti Lombok Tengah, Sumbawa, dan Dompu. Partai koalisi yang tidak kompak bergerak di lapangan berdampak pada perolehan pasangan yang diusung.

Mahally tak menampik, Pilkada memang tujuannya untuk meraih kemenangan politik. “Tetapi tentu ada target minimalnya yakni melihat apakah mesin politik bergerak atau tidak,” ulasnya.

Mahally mengatakan evaluasi itu bagian dari amanat DPP untuk DPD Provinsi dan DPC kabupaten/kota. “Ya kami memang diminta melakukan evaluasi, sebenarnya evaluasi ini tadinya akan dihadiri DPP, tetapi karena Korona, jadi cukup dilaporkan saja hasilnya nanti,” pungkasnya. (zad/r2)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks