alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Dewi Noviany Berpeluang Nakhodai PKS Sumbawa

JAKARTA–Peluang ini terbuka setelah adik Gubernur NTB itu menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Bupati Sumbawa.

Namun sekalipun peluang itu terbuka, kesempatan itu dipastikan bukan dalam waktu dekat ini. Mengingat baru kemarin Novi dilantik sebagai wakil bupati.

Ketua DPW PKS NTB Yek Agil saat dikonfirmasi mengatakan secara aturan, kader dapat duduk sebagai ketua partai setelah memenuhi sejumlah persyaratan. “(Persyaratan) itu diatur dalam AD/ART kita,” katanya.

Persyaratan itu meliputi ketentuan dasar administrasi salah satunya telah menjadi kader PKS. “(Peluang Novi terbuka) karena dia telah menjadi anggota partai,” jelasnya.

Relevansi jabatan Novi sebagai wakil bupati dianggap cukup kuat menduduki jabatan strategis partai. Hal yang sama sering dilakukan partai lain, ketika ada kader yang memiliki jabatan strategis biasanya mendapat dukungan besar dari kader untuk menakhodai partai.

“Semua punya kebutuhan yang sama (punya nakhoda yang kuat),” ulasnya.

Hanya saja anggota DPRD NTB itu tetap menekankan kader yang akan duduk di jabatan strategis partai harus mengikuti serangkaian proses seleksi internal.

“Tinggal mengikuti proses,” tekannya.

Agil menekankan, pergantian ketua di semua tingkatan harus memiliki alasan yang kuat dan fundamental. “Seperti misalnya ada melakukan pelanggaran berat,” jelasnya.

Tanpa itu pergantian tidak dapat dilakukan, apalagi untuk maksud memuluskan kepentingan individu. “PKS tidak pernah melakukan pergantian (di tengah jalan dengan alasan kepentingan kelompok atau golongan tertentu di partai),” tegasnya.

Apalagi Ketua DPD PKS Sumbawa Muhammad Takdir baru kemarin terpilih lagi untuk periode kedua. Sehingga Agil menegaskan, Takdir dipastikan tetap akan menakhodai PKS Sumbawa ke depannya.

“Selalu ada klausul yang memberi ruang untuk peninjauan kembali, apalagi di partai,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks