alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Kontrak PT GTI Mengantung, Dewan Pertanyakan Sikap Pemprov NTB

MATARAM-Politisi Lombok Utara Sudirsah Sujanto mengaku kaget mendengar Surat Keputusan (SK) Pemutusan Kontrak PT Gili Trawangan Indah (GTI) ternyata belum terealisasi hingga saat ini. “Saya cukup kaget,” katanya, kemarin (5/4).

Sudirsah juga heran, mengapa draf suratnya hanya mengendap sekian lama. “Tidak jelas di pengacara pemprov,” sesalnya.

Keragu-raguan bertindak tegas malah memancing asumsi liar. Sehingga politisi Gerindra itu memandang semestinya pemerintah tidak perlu lagi mengulur waktu pemutusan kontrak.

“Apa yang membebani Gubernur dan dan pembantunya untuk bersikap tegas?” cecarnya.

Anggota DPRD NTB itu kembali mengurai catatan minor selama lahan miliki pemprov di kelola PT GTI. “Betapa ruginya daerah dan rakyat dengan cengkeraman kontrak GTI dari dua dekade ini,” imbuhnya.

Awalnya sebagai warga Lombok Utara, dia mengapresiasi komitmen pemerintah untuk putus kontrak. “Namun ternyata itu masih sebatas sweet lips aja,” sindirnya.

Sudirsah juga menyinggung berbagai alasan pemprov yang terkesan mengulur pemutusan kontrak. “Sungguh ironis, pemprov kurang resource hanya untuk membuat sebuah keputusan, terkesan setengah hati dan terlalu takut berlaku tegas,” kritiknya.

Padahal momen putus kontrak sangat diharapkan sebagai kesempatan penting membangun pengelolaan aset yang good and clean government.

“Saya dan fraksi saya (Gerindra, Red) di legislatif termasuk rakyat di Lombok Utara tentu sangat berharap pemprov segera merealisasikan putus kontrak,” ungkapnya.

Dia juga berharap Kejati segera menyimpulkan kajian draf SK sebagai legitimasi tindakan penegakan aturan. “Janganlah digantung dan disepelekan agar kita terhindar dari fitnah dan tudingan ada main mata dengan perusahaan,” sentilnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks