alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Sibuk Nyapres, Dr Zul Diminta Fokus Benahi Ekonomi NTB yang Anjlok

MATARAM-Sibuk cari jalan untuk Nyalon Presiden (Nyapres), Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mulai tuai kritik.

Politisi PKS yang baru menakhodai NTB lebih dari dua tahun itu dianggap cuma mengalihkan isu dari capaian minor kinerja selama dua tahun lebih memimpin NTB, dianggap tidak berhasil memperbaiki performa ekonomi daerah.

“Kita suka style Gubernur Zul mengajak masyarakat NTB ‘bermimpi indah’ siang bolong,” sindir Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, kemarin (6/5).

Pria yang akrab disapa Yongki itu menilai hak setiap warga negara untuk memilih atau dipilih menjadi presiden. Tetapi Zul harus ingat, saat ini di pundaknya, melekat amanah sebagai Gubernur NTB untuk waktu sekitar kurang dari tiga tahun ke depan.

Dengan kata lain, sekalipun dia memiliki kebebasan mencalonkan diri sebagai presiden, tetapi bukan berarti boleh mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya pada masyarakat NTB.

Ekonomi NTB tengah mengalami kontraksi atau penurunan agregat ekonomi yang serius. Berdasarkan data Bank Indonesia ekonomi makro NTB yang dikutip melalui laman bi.go.id pada tahun 2020 terkontraksi 0,64 persen (yoy). Menurun dari tahun 2019 yang tumbuh sebesar 3,58 persen (yoy).

Dari sisi realisasi pendapatan pun mengalami penurunan. Realisasi pendapatan mengalami kontraksi 3,87 persen (yoy). Menurun cukup dalam dibanding tahun 2019 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,13 persen (yoy).

Realisasi belanja di tahun 2020 dibanding tahun 2019 juga turun. Pada tahun 2020 mengalami kontraksi 0,74 persen (yoy), sedangkan kontraksi tahun 2019 sebesar 0,61 persen (yoy).

“Maksud saya ini loh yang diperbaiki dulu, fokus. Mengingat numpuknya masalah di NTB, makin numpuk setelah masuk Covid,” pintanya.

Sepanjang kepemimpinan Zul yang mau masuk tiga tahun, Yongki melihat belum ada catatan positif perbaikan ekonomi daerah.

Belum lagi program unggulan yang dianggap lebih nyaring gembar-gembor daripada hasilnya. “Belum ada hasil memuaskan, mana hasil Zero Waste faktanya sampah di mana-mana, mana industrialisasi yang ingin menampilkan produk hasil genuine sekolah-sekolah?” cecarnya.

Bukan soal klaim produk yang sudah berlangsung lama. Yang kemudian dikampanyekan seolah-olah baru lahir atau baru diketahui setelah pemerintahan Zul. “Program Zul belum ada yang berhasil,” kritiknya tajam.

Yongki meminta Gubernur tidak terkesan lari dari capaian minor kerjanya. Dengan cara membangun narasi siap Nyapres.

Ada kesan ingin membangun persepsi telah berhasil membangun ekonomi NTB, sehingga layak diusung menjadi Calon Presiden (Capres).

“Sudahlah, mari fokus urus daerah ini dulu dengan serius, kalau tiba-tiba mau Nyapres tapi belum ada prestasi, kan malu ah,” sentilnya.

Terlalu banyak persoalan di NTB yang dinilai Gubernur tidak punya sikap sama sekali. “Ayo selesaikan sengkarut PT GTI, lalu dampak angka pengangguran hampir 6 ribu kuartal Januari-April (karena Covid),” pintanya.

Terpisah, pengamat politik UIN Mataram Agus mengatakan Zul, termasuk politisi yang sadar kekuatan media. Sehingga dia berupaya sekuat tenaga mem-branding diri siap Nyapres.

“Ini memang era politik media dan Zul memahami betul (kekuatan media itu),” katanya.

Kesadaran kekuatan media itu, telah membuat Zul cukup piawai memainkan isu Nyapres-nya yang belakangan nyaring terdengar. Sekalipun baru sebagian besar disambut media lokal.

“Tetapi efektifnya masih tergantung seberapa masif dukungan media terhadap Dr Zul,” ulasnya.

Apapun maksud yang sebenarnya di balik isu pencapresan, tentu Zul yang dianggap lebih mengetahui. Tetapi tidak bisa dihindari ragam persepsi publik yang akan muncul dan akan mengulik kelayakan Zul di pentas nasional.

Performanya selama menakhodai NTB tidak bisa-tidak, akan ikut dikulit untuk melihat relevansi upaya politisi Sumbawa itu mencari jalan Nyapres.

“(Tetapi yang terlihat nyata saat ini) Zul memang tengah serius Nyapres, (apakah berhasil atau tidak) dalam politik segala hal mungkin terjadi (sekalipun saat ini kansnya dinilai kecil),” pungkasnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks